Khotbah Perjanjian Baru

On Dedication

Oleh: Pdt. Andy Kirana

Yohanes 6:1-14

Shalom. Puji Tuhan. Pada siang ini saya akan menyampaikan tema On Dedication. Dalam kesempatan yang baik ini kita akan belajar bagaimana mendedikasikan, bagaimana mengabdikan hidup kita kepada Tuhan. Kita akan bersama-sama belajar mengabdikan hidup kita dari teladan seorang anak kecil. Sering kali Tuhan Yesus mengajar kita bagaimana menjalani hidup ini melalui anak kecil. Mari kita dasari tema ini dengan bersama-sama membaca dari Injil Yohanes 6:1-14.

Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.

Ketika Yesus memandang ke sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapatkan sepotong kecil saja. Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.”

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah seorang tokoh (menunjukkan foto Martin Luther King Jr). Orang mengenalnya sebagai tokoh Hak Asazi Manusia (HAM) dunia. Namanya Dr. Martin Luther King Junior. Namun, betapa sering orang melupakan bahwa sebenarnya Martin Luther King Junior ini bukan sekadar tokoh kulit hitam yang sangat dihormati dari Amerika, tetapi dia juga adalah seorang pendeta. Beliau pernah mengatakan dalam salah satu khotbahnya: “Setiap orang bisa menjadi besar karena setiap orang bisa melayani.” Saudara jangan pernah mengganggap diri Saudara kecil. Ketika Saudara melayani, di mata Allah, Saudara menjadi yang terbesar dari dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *