Khotbah Perjanjian Lama, Ringkasan Khotbah

Perjalanan Bersama Allah

Perjalanan Bersama Allah

Oleh: Pdt. Suarbudaya Rahadian

Bilangan 21:4-9

Konon, kita bisa mengenal tabiat teman kita lebih baik dalam sebuah perjalanan, terutama perjalanan yang berat. Solidaritas bisa hilang atau berubah bila ada tantangan dalam perjalanan. Komitmen persahabatan bisa disingkapkan.

Hal itu juga berlaku dalam perjalanan hidup bersama Tuhan. Yesus berjanji akan selalu menyertai perjalanan kita sampai akhir zaman, entah kita akui atau abaikan. Martin Luther menyebut ini sebagai “Coram Deo”, dalam hadirat Tuhan.Perjalanan itu menuntut kita belajar mempercayai Dia, mengubah ritme dan cara berjalan.

Melalui teks yang dibaca hari ini, kita belajar dari sebuah “drama” tentang Allah yang tidak hanya transenden, namun juga imanen dan terasa begitu personal di Perjanjian Lama. Allah yang tidak jarang murka terhadap umatNya. Bangsa Israel yang belum lama keluar dari Mesir, telah berkeluh kesah kembali karena merasa menderita.

Drama ini sudah berulang-ulang terus, lagu lama. Tentang love-hate relationship Allah dengan bangsa Israel. Di dalam bagian ini, agak menarik karena Allah tidak digambarkan dengan reaktif. Kehadiran ular tedung tidak disebutkan sebagai “hukuman Allah”.  Tidak ada ekspresi tertentu dari Allah. Bangsa Israel sendiri yang merasa jangan-jangan Allah marah lalu memberikan ular di ayat 6. Tapi hukuman Allah tidak pernah disebutkan sebagai motif, dan Musa tidak pernah mengonfirmasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *