Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jalan Lurus dan Liku-Liku

Jalan Lurus dan Liku-liku

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya” (Amsal 21:8).

Kita pernah menjumpai banyak orang dan mereka mempunyai keunikannya masing-masing. Ada orang yang memang sejak lahir menjadi orang yang pendiam. Ia bisa diam seribu bahasa selama berjam-jam walaupun di tengah kerumunan orang banyak. Bahkan, ia menikmati sikap diamnya itu. Namun, sebaliknya, ada orang yang tidak bisa diam dan tenang. Ia selalu bergerak ke sana kemari, berbicara apa pun dan dengan siapa pun. Tidak usah dalam kerumunan orang banyak, bila ada satu orang saja di depannya, ia bisa mengajak orang itu berbicara selama berjam-jam dengan penuh semangat dan antusias.

Ada lagi orang yang tertutup dan terbuka, yang cuek dan ramah, yang tidak peduli dengan lingkungannya dan yang ringan tangan. Kita juga melihat ada orang yang jujur dalam seluruh hidup dan perilakunya, tetapi ada juga orang yang hidupnya penuh dengan tipu muslihat. Setiap orang dengan masing-masing karakter, kepribadian, sifat, latar belakang, dan pendidikan akan membentuk pola tingkah laku yang berbeda-beda. Tak satu pun orang yang mempunyai tingkah laku, pola berpikir, dan perasaan yang sama dengan orang lain.

Amsal mengamati tingkah laku banyak orang. Ia mengatakan bahwa tingkah laku orang yang suka menipu selalu berliku-liku. Orang yang menipu selalu pandai membuat cerita yang begitu indah, rapi, tertata bahkan sangat menarik, bukan saja secara rasional, melainkan juga lebih banyak masuk ke wilayah emosional. Bahasa yang berliku-liku mampu dikemas dengan cerita pengalaman-pengalaman yang mengharukan.

Penipu juga kerap menyodorkan cerita atau berita yang sangat mengejutkan, seperti ia berada dalam bahaya, membutuhkan pertolongan segera, sedang mengalami kecelakaan, atau ditodong orang dan membutuhkan bantuan segera. Bisa juga ia berperan sebagai penolong orang yang sedang menghadapi masalah besar, dan ia membutuhkan dengan segera pengiriman uang dalam jumlah besar untuk membantu orang yang sedang ditolongnya, dan sebagainya. Namun, semuanya itu hanya tipuan belaka. Berbeda dengan orang yang jujur. Bukan saja perkataannya, melainkan juga perbuatannya dapat dilihat atau disaksikan. Perkataan orang jujur tidak berliku-liku, tetapi jelas, lugas, terbuka, apa adanya, tidak dibuat-buat, dan dikemas dalam cerita yang indah. Langkah orang jujur akan tampak dalam perkataan dan perbuatan, kepada merekalah Tuhan memberkati. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *