Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Akan Menuai

Aku Akan Menuai

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Galatia 6:1-10

Paulus sangat kaya dalam memberi arti atau makna dalam hidupnya. Kalau dalam bagian lain ia menekankan bahwa hidup kita harus berbuah, maka sekarang kita diajak untuk merenungkan bahwa hidup itu sama dengan “menuai”. Apa hubungannya antara “buah” dan “menuai”? Jelas ada hubungan yang erat sekali, bahkan tidak dapat dipisahkan. Siapa pun yang bertani atau berkebun, tidak akan menuai kalau tanamannya tidak berbuah, dan sebaliknya, kalau tanamannya berbuah, ia pasti akan menuainya. Menuai merupakan kata kerja, jadi suatu tindakan atau pekerjaan yang dilakukan karena telah mendapatkan hasil dari pekerjaan yang sudah dilakukan sebelumnya, yaitu menanam, menyiram, menyiangi, memelihara, dan akhirnya menghasilkan buah. Antara menanam sampai berbuah dan kemudian dilanjutkan dengan menuai, harus melalui suatu proses yang panjang, bukan pendek, singkat, atau instan! Proses panjang yang dijalani tidak selalu berjalan mulus, tetapi bisa juga penuh dengan berbagai macam kesulitan dan tantangan. Pekerjaan bercocok tanam mungkin akan menghadapi hama, cuaca, alam yang tidak bersahabat, hewan-hewan perusak tanaman, benalu yang tumbuh secara tiba-tiba, dan sebagainya. Tanaman harus dijaga dengan baik bila ingin mendapatkan buah dan hasil tuaian yang memuaskan.

Bagi Paulus, hidup itu merupakan proses perjalanan yang sangat panjang, dan dalam proses itu dapat terjadi bermacam-macam masalah, tantangan, godaan bahkan orang bisa tiba-tiba mengalami berbagai musibah atau bencana. Namun, suatu saat akan tiba masanya kita berbuah dan menuai, atau masa tidak berbuah dan tidak menuai karena sudah hancur sebelum waktunya.

Jemaat Galatia menerima pesan dari Paulus, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9). Paulus memberi ilustrasi bahwa hidup kita seperti pohon yang tumbuh. Kita lahir, tumbuh besar, dan menjadi dewasa, dan suatu saat akan menuai segala sesuatu yang sudah kita lakukan. Bagaimana supaya dapat menuai yang baik? Paulus memberikan rumus yang tepat, yaitu: jangan jemu-jemu untuk berbuat baik. Benih yang kita tanam, suatu saat akan berbuah dan kemudian dituai. Hukum tuaian adalah hukum timbal balik meskipun hukum tersebut bukan hukum kristiani. Hukum kristiani adalah hukum kasih. Meskipun kita diperlakukan tidak baik, kita harus tetap mengasihi. Bila hal ini kita lakukan, maka dengan sendirinya kita juga akan berbuat baik dalam situasi apa pun, dan menuai hasil yang baik dari perbuatan kita. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk selalu berbuat baik supaya hidupku mengeluarkan buah Roh Kudus.
  2. Tuhan, tolonglah agar jemaat-Mu hidup dalam kebenaran Tuhan sehingga dapat menghasilkan buah-buah kebenaran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *