Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Belum Berpengalaman

Aku Belum Berpengalaman

Yosua 1:1-18

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Berkatalah Yosua, demikian: ‘Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba Tuhan itu, kepadamu, yakni: Tuhan, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini’” (Yosua 1:12-13). Itulah yang selalu dikatakan oleh Yosua kepada bangsa Israel. Waktu itu Musa telah meninggal dunia. Yosua adalah hamba Musa atau anak buah Musa. Ia orang yang setia dalam pelayanan. Hamba itu mengikuti kemauan tuannya dengan baik. Yosua juga memiliki iman yang sama seperti Musa. Apa yang dilakukan oleh tuannya dipelajarinya dengan baik dan kemudian diikutinya dengan saksama. Ketika Yosua dan Kaleb diutus Musa untuk mengintai Tanah Perjanjian, hanya dua orang yang bertahan. Dua orang itu adalah Yosua dan Kaleb. Mereka tetap mengatakan bahwa Tanah Perjanjian itu sudah disediakan bagi Israel. Mereka tetap masuk ke tanah yang sudah Allah berikan kepada mereka itu! Yosua dan Kaleb diberkati oleh Allah karena mereka berjalan dalam kehendak-Nya. Sepuluh utusan yang lain menerima hukuman dari Allah karena mereka menghasut saudara-saudaranya untuk melawan Musa, bahkan mereka  mengatakan bahwa tanah Mesir lebih makmur sehingga lebih enak kembali ke sana. Masuk Tanah Kanaan berarti “bunuh diri” karena mereka lebih kuat dan lebih berpengalaman daripada orang Israel. Mereka semua akan mati di tangan orang Kanaan. Namun, Yosua dan Kaleb menguatkan bangsa Israel bahwa Tanah Perjanjian adalah tanah yang berlimpah susu dan madu.

Tanah itu sudah dijanjikan Allah sejak zaman Abraham, Ishak, dan Yakub. Tanah itu adalah tanah yang sudah ditetapkan Allah untuk bangsa Israel. Dengan demikian, Yosua dan Kaleb mendorong seluruh bangsa Israel tetap maju masuk ke Tanah Perjanjian. Mereka tidak ragu-ragu akan janji Tuhan. Mereka benar-benar memegang janji Tuhan. Mereka percaya bahwa Allah bukan Allah yang asal berjanji! Allah yang sudah menetapkan Tanah Perjanjian itu akan diberikan kepada keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Tanah Perjanjian itu adalah tanah yang nantinya akan melahirkan Mesias, Juru Selamat umat manusia!

Sekarang tiba waktunya bagi Yosua untuk memimpin bangsa itu masuk ke Tanah Perjanjian. Namun, Yosua sadar bahwa dirinya masih jauh dari tuannya, yaitu Musa. Yosua masih muda dan belum berpengalaman. Tetapi Yosua tidak minder dan tidak menolak panggilan Tuhan. Yosua mau belajar dan terus belajar. Dengan demikian, Yosua masih “meminjam” otoritas Musa sekalipun Musa sudah mati dengan berkata, “Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba Tuhan itu.” Bagi Yosua, “otoritas Musa” itu memberikan kekuatan baginya untuk melayani Allah. Modal utama Yosua hanyalah taat pada firman Allah. Yosua sudah belajar bagaimana ia melihat kepemimpinan Musa, ia secara tidak langsung sudah belajar bertahun-tahun dari Musa. Sekarang Tuhan memanggil Yosua untuk melanjutkan perjalanan umat-Nya masuk ke Tanah Perjanjian. Hal itu juga dapat membuktikan kepada Yosua tentang keyakinannya dulu saat ia masih menjadi pengintai bersama Kaleb bahwa Tuhan sudah memberikan Tanah Perjanjian itu kepada umat-Nya Israel. Melalui kehidupan dan panggilan Yosua, kita diberi contoh yang luar biasa: Yosua selalu bersedia ketika Tuhan panggil untuk melayani-Nya. Tuhan senantiasa memperlengkapi orang-orang yang dipanggil untuk menjadi hamba-Nya yang setia. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *