Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Ini Ulat …

Aku Ini Ulat …

Mazmur 22:1-32

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Secara umum, orang merasa jijik ketika melihat ulat, baik yang sedang berjalan di pohon-pohon, di antara sayur mayur, atau yang kita temukan di dalam buah yang kita kupas. Memang pada kenyataannya ada orang yang memelihara jenis ulat tertentu seperti ulat sutra. Namun, tindakan bermain dengan ulat, apalagi memeliharanya adalah hal yang tak lazim. Ulat adalah makhluk mungil yang menjijikkan, tampak lemah dan tidak berdaya. Ia tidak sedap dipandang dan cenderung mengganggu kehidupan manusia.

Pemazmur mengumpamakan Mesias yang akan datang seperti seekor ulat! Ia menulis, “Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak” (Mazmur 22:7). Itulah yang dialami oleh Yesus tatkala Dia datang ke dunia ini. Tuhan yang mahakuasa rela datang ke dalam segala kerendahan-Nya, bahkan direndahkan oleh manusia yang berdosa! Pengalaman hidup direndahkan oleh orang lain digambarkan oleh pemazmur seperti seekor ulat, yang kecil dan tidak berdaya.

Tidak mudah untuk menjalani hidup seperti ulat, apalagi bagi Allah! Allah yang perkasa rela diperlakukan seperti ulat! Sungguh tidak mudah. Banyak orang yang berlagak menjadi harimau karena ia ingin menjadi raja hutan. Ada yang berlagak seperti gajah, yang gagah perkasa dan kuat. Ada yang mau menjadi seperti ular kobra, yang besar dan ditakuti orang. Ada pula yang ingin menjadi seperti kucing yang selalu disayang pemiliknya atau anjing yang setia kepada tuannya. Saya yakin seandainya seorang guru TK bertanya kepada murid-muridnya, “Kalau anak-anak ingin menjadi seperti binatang, anak-anak memilih jadi apa?”, maka pasti tak seorang pun ingin menjadi seperti. Ya, memang ulat adalah binatang yang lemah, menjijikkan, dan membuat orang ingin menyingkirkannya. Inilah yang dipakai pemazmur untuk menggambarkan Yesus di bumi ini. Dia diolok-olok, dihina, dicaci maki, diludahi, dipukuli, difitnah, dituduh, disiksa, tidak berdaya memikul kayu salib, lalu disalibkan. Tak seorang pun dapat membela atau menggantikan cercaan yang ditimpakan kepada-Nya. Dia memang ulat dan bukan orang! Dan itu ditanggung-Nya dengan rela demi menyelamatkan kita sekalian. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *