Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Menyembuhkan Engkau

Aku Menyembuhkan Engkau

Keluaran 15:22-27

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Siapa yang tidak lelah jika harus berada dalam perjalanan yang panjang, yang memakan waktu berhari-hari dan tak kunjung tiba di tempat tujuan; dari Mesir menuju Tanah Kanaan. Tidak ada sarana lain selain berjalan kaki atau paling tidak dengan unta sebagai alat transportasi. Hanya dengan beralaskan kasut, mereka semua melangkahkan kaki. Mereka meninggalkan tanah Mesir, negeri perbudakan, menuju ke Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madu. Harapan akan masa depan begitu cemerlang dan menggiurkan sehingga dengan semangat yang tinggi mereka berjalan.

Walaupun beralaskan kasut dalam perjalanan, Tuhan melindungi mereka dengan tiang awan pada siang hari sehingga mereka tidak kepanasan dan tiang api pada malam hari sehingga mereka tidak kedinginan. Dalam keadaan demikian, hal-hal yang tidak memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka akan mudah sekali menyulut amarah mereka. Dalam suatu perjalanan, mereka kehausan namun tidak ada air. Sekali lagi, peristiwa ini menyebabkan mereka sangat mudah marah dan meminta Musa untuk mengembalikan mereka ke Mesir lagi.

Firman-Nya berkata, “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau” (Keluaran 15:26).

Tuhan mengingatkan segenap umat Israel untuk menjalani hidup ini dalam pimpinan Tuhan dan hidup menuruti kehendak-Nya. Jika hal itu dilakukan, maka penyertaan Tuhan senantiasa bersama umat-Nya. Bahkan, janji Tuhan dinyatakan dengan jelas, “Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau”. Tuhan berjanji memberikan pemulihan kepada segenap umat-Nya yang mengalami pergumulan dan masalah. Tuhan akan menolong dan memelihara, memagari dan menjaga dari berbagai penyakit. Tuhan juga menjamin dengan penyertaan-Nya yang sempurna. Semua dilakukan-Nya hanya untuk kebaikan umat-Nya.

Dari renungan ini kita juga beriman bahwa penyertaan Tuhan juga nyata bagi kita saat ini. Tuhan senantiasa menyertai dan tidak pernah meninggalkan kita. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa kita juga dipanggil untuk setia melakukan kebenaran firman-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Barangsiapa setia, Tuhan akan memimpin dan menyertainya sampai tiba di tujuan yang ditetapkan-Nya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah aku dalam mengarungi perjalanan panjang kehidupan. Banyak peristiwa yang terjadi, termasuk hal-hal yang membuatku tidak nyaman. Tuhan, berikanlah kesabaran dan ajarlah aku untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan karena Engkaulah Tuhan yang terus memelihara kehidupan kami.
  2. Tuhan, gereja-Mu tentu tak luput dari tantangan-tantangan berat, baik internal maupun eksternal. Kami kerap berhadapan dengan para aktivis yang tidak melayani dengan tanggung jawab. Kami juga diperhadapkan pada ketidakpedulian gereja terhadap lingkungannya. Tuhan, tolonglah supaya gereja dapat melayani dengan baik dan memberi dampak yang menjadi berkat bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *