Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Persembahkan Diriku

Aku Persembahkan Diriku

Roma 12:1-8

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Nama panggilan akan mewarnai relasi seorang dengan yang lain karena kita semua mempunyai nama atau identitas diri. Tanpa identitas dan nama, panggilan itu tidak ada. Ketika Tuhan menjadikan manusia laki-laki dan perempuan, Dia memberikan nama kepada mereka, yakni Adam dan Hawa. Nama dibutuhkan untuk mewujudkan panggilan. Ketika nama disebut, di situlah panggilan dimulai. Alkitab memberi contoh dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, betapa Allah memanggil nama Adam, Abraham, Nuh, Yesaya, Yeremia, Matius, Lukas, Yohanes, Paulus, dan sebagainya. Tuhan yang memberi nama adalah Tuhan yang memanggil mereka. Mereka yang dipanggil-Nya adalah mereka yang mendapatkan anugerah-Nya, yakni keselamatan dan jaminan hidup, baik di dunia ini maupun di kehidupan yang kekal. Selain itu, mereka yang dipanggil-Nya adalah mereka yang menyerahkan diri untuk dipakai oleh Tuhan.

Orang-orang yang dipanggil-Nya ternyata juga orang-orang yang sudah dipersiapkan Tuhan jauh sebelum yang bersangkutan ada di dalam dunia ini. Sebagai contoh, panggilan terhadap Yeremia, Tuhan menyatakan bahwa Dia telah membentuk Yeremia sejak dalam kandungan ibunya. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” (Yeremia 1:5). Rencana kelahiran Yeremia ke dalam dunia bukan hanya untuk dilahirkan, melainkan ada tugas penting yang akan Tuhan berikan, yakni menjalankan panggilan-Nya sebagai hamba-Nya. Kita dapat melihat dari kisah Yeremia bahwa Tuhan mempunyai rencana dalam setiap kehidupan anak-anak-Nya.

Dengan dasar ini, seluruh pelayanan seharusnya melalui sebuah panggilan. Siapa yang memanggilnya dan bagaimana panggilan itu dirasakan? Tentu yang memanggil adalah Tuhan sendiri. Tuhan sudah mempunyai rencana dalam kehidupan kita sehingga kita tidak hanya bekerja dan mengembangkan pekerjaan kita, melainkan juga ada sisi lain yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan, yakni melayani Dia. Panggilan Tuhan itu dinyatakan melalui gereja-Nya dan setiap bagian dalam hidup kita sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang lain di tengah kehidupan sosial masyarakat, politik, pendidikan, atau pekerjaan kita. Panggilan Tuhan adalah panggilan yang membuat diri kita terus berkarya dalam pelayanan kita. Dengan kata lain, semua aktivitas harus kita hayati sebagai panggilan Tuhan. Tepat seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Roma 12:1 agar kita mempersembahkan diri kita sebagai perembahan yang hidup. Ayat ini adalah ayat yang mencakup seluruh hidup kita, tidak cuma yang berkaitan dengan pelayanan. Tuhan senantiasa memanggil kita untuk mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup, bukan yang mati. Semua anak Tuhan dipanggil untuk melayani Dia. Kesadaran akan panggilan Tuhan menyadarkan kita akan siapa diri kita, untuk apa kita berada di dalam dunia ini, apa yang kita lakukan dan kerjakan. Tuhan akan menguatkan pelayanan kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *