Khotbah Perjanjian Baru

Aku Telah Melihat Anak Manusia

Yohanes 1:29-34 Oleh: Pdt. Em. Stefanus Semianta  

Ada perbedaan antara ‘tahu’ dan ‘kenal’. Misalnya ketika kita ditanya, “Siapa presiden kita sekarang?” Kita semua pasti tahu jawabannya. Tetapi ketika kita ditanya, “Apakah kita mengenal presiden kita dengan baik?” Mungkin banyak orang di antara kita akan mengatakan bahwa mereka tidak mengenal presiden secara pribadi dengan baik. Mengapa demikian? Karena mengenal berarti lebih dari sekadar tahu. Di dalam sebuah pengenalan ada sebuah relasi atau hubungan yang dekat.

Hal yang sama dapat kita terapkan untuk kehidupan spiritualitas kita sebagai pribadi percaya. Semua kita pasti tahu siapakah Yesus dalam kehidupan kita. Tetapi apakah kita telah mengenal-Nya dengan baik? Sebab pengenalan kita kepada-Nya itu akan menentukan sikap hidup kita kpada-Nya. Yohanes Pembaptis pun mula-mula tidak mengenal-Nya,tetapi setelah perjumpaan-perjumpaannya dengan baik, ia mengenal-Nya dengan benar secara pribadi dan kemudian memberi kesaksian tentang Dia kepada orang-orang di sekitarnya.

Sebagai pendahulu Kristus yang mempunyai tugas menjadi perintis jalan kehadiran-Nya dan saksi hidup dan pelayanan-Nya kepada dunia, secara jujur ia memberi kesaksian bahwa Ia telah melihat Dia dan menegaskan bahwa Dia adalah Anak Allah yang dinantikan oleh orang banyak. Hal itu dikatakan setelah perjumpaan dan pengenalannya secara pribadi dgn Kristus. Sebelumnya ia menegaskan kepada orang banyak bahwa bukan dialah mesias yang mereka tunggu-tunggu. Oleh karena itu jangan mereka menyanjungnya dan memujanya, tetapi supaya mereka mengarahkan perhatian mereka kepada  Dia, Sang Anak Domba Allah, pengangkut dosa dunia yang sedang datang untuk menyelamatkan mereka dan menebus dosa mereka. Jangan mereka keliru pandang terhadap Yohanes, ia hanya saksi dan perintis-Nya. Bukan dia yang harus dimuliakan tetapi Kristus Sang Anak Domba Paskah sejati bagi hidup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *