Renungan Berjalan bersama Tuhan

Akulah yang Membawa Engkau

Akulah yang Membawa Engkau

Keluaran 20:1-17

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Begitu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, negeri perbudakan, Tuhan terus-menerus menyatakan identitas diri-Nya. Hal ini sangat penting bagi Israel karena Tuhan-lah yang akan menuntun perjalanan hidup mereka sepanjang masa. Berkali-kali Tuhan berkata, “Akulah, Tuhan Allahmu.” Dengan pernyataan ini, Tuhan terus-menerus memberikan kekuatan dalam perjalanan mereka sampai akhirnya memasuki Tanah Perjanjian, tanah yang berlimpah susu dan madunya. Tanah itulah yang akan menjadi tempat tinggal suatu bangsa yang akan menurunkan dan melahirkan Sang Juru Selamat.

Namun, untuk memasuki tanah itu masih dibutuhkan perjalanan yang sangat panjang. Dalam perjalanan yang panjang itu, pasti akan ada banyak masalah, baik persoalan keluarga, kebutuhan sehari-hari, kelelahan fisik dan mental. Semua itu membutuhkan kekuatan ekstra. Tentunya Tuhan tahu segala risiko yang mungkin muncul. Oleh karena itu, berkali-kali Allah mengucapkan,  “Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Keluaran 20:1-2). Bukan saja identitas Allah yang terus diingatkan, tetapi Allah juga memberikan motivasi yang begitu kuat dengan berkata, “Yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.”

Motivasi ini memberikan dorongan dan semangat untuk terus berjalan sampai ke tujuan yang telah ditetapkan Allah. Tanah Perjanjian itu sudah ada di depan mereka sekalipun masih jauh. Suatu perjalanan yang memang tidak mudah. Namun, bila dijalani bersama Tuhan, maka penyertaan-Nya sungguh nyata sampai janji-Nya itu digenapi. “Akulah … yang membawa engkau”. Tuntunan Tuhan kepada umat-Nya sangat jelas, yaitu untuk melepaskan mereka dari penindasan dan penderitaan. Bagaimana dengan perjalanan kehidupan kita? Apakah kita merasa bahwa Allah adalah Allah yang menuntun seluruh kehidupan kita dan yang telah membebaskan kita dari kehidupan yang memperbudak kita? Dia membawa hidup kita sampai pada penggenapan janji-Nya yang sempurna dan anugerah keselamatan-Nya yang kekal. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena dalam kebutaanku, aku tidak mungkin mengenal Allah yang benar jika Engkau tidak menyatakan diri-Mu kepada manusia. Tuhan, ajarlah aku untuk tidak khawatir dan takut dalam menjalani hidup ini karena dengan kehadiran-Mu ke dalam dunia ini membuktikan Engkau rela masuk dalam kehidupan manusia yang sangat terbatas. Aku bersyukur Engkau selalu menyatakan diri sehingga aku dapat mengenal Allah yang benar.
  2. Tuhan, kami bersyukur karena Engkau, Allah yang menyatakan diri-Mu dan yang meletakkan dasar gereja sehingga gereja berdiri dan bertumbuh dalam pemahaman yang benar akan Engkau. Pimpinlah seluruh kehidupan gereja untuk tetap setia kepada Tuhan. Setia dalam menyatakan kasih Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *