Renungan Berjalan bersama Tuhan

Allah dan Hak Asasi Manusia

Allah dan Hak Asasi Manusia

Keluaran 23:1-13

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Betapa indahnya jika masyarakat hidup dalam damai sejahtera dan tidak ada perang di sana sini. Selama ratusan tahun, perang terus berkecamuk di Timur Tengah dan di beberapa belahan dunia lainnya. Sebenarnya, kita tidak perlu melihat terlalu jauh karena “perang” juga terjadi di tengah bangsa kita walaupun dalam skala kecil. Situasi lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah tawuran antarpelajar. Semua konflik itu meninggalkan duka lara karena selalu ada yang terluka atau bahkan meninggal dunia.

Banyak pihak saling bermusuhan dan saling memusnahkan, yang kuat menindas yang lemah, yang kecil tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak mempunyai apa-apa. Di sisi lain, yang besar semakin besar karena memperoleh kesempatan yang lebih banyak. Gaya semacam ini muncul karena keserakahan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri. Permasalahan bisa muncul karena masalah penghasilan atau pendapatan, ketersinggungan ego, dan ketidakpuasan. Bukankah semua hal tersebut merupakan akar dari segala dosa yang ada di dalam diri manusia? Manusia sudah tidak mampu lagi berpikir secara rasional sehingga penyelesaian paling mudah dilakukan dengan adu fisik.

Untuk itulah Tuhan mengatur tata cara kehidupan umat-Nya. Dari aturan-aturan yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel, kita melihat bahwa Tuhan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Musa mengingatkan Israel agar tidak berbohong dalam berelasi dengan sesama, menolong orang yang bersalah dalam pengadilan atau suatu perkara, tidak memberikan kesaksian palsu, dan menolong musuh yang sekarat. Tuhan melarang keras umat-Nya memerkosa hak orang miskin, membunuh orang yang tidak bersalah, dan mengorbankan orang benar hanya karena kekuasaan. Uang suap juga ditentang Tuhan karena dapat memutarbalikkan kebenaran dan membuat orang-orang buta untuk melihat kebenaran (Keluaran 23:1-13). Aturan-aturan inilah yang diberikan Tuhan kepada Israel.

Jika semua aturan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka Israel akan menjadi bangsa yang benar-benar menjadi terang di tengah kegelapan dunia. Dunia tidak mempunyai hukum yang adil dan lebih suka memakai hukum rimba—siapa yang kuat, ia yang akan menang—bukan lagi kebenaran yang ditegakkan, melainkan siapa yang lebih berkuasa. Israel dipanggil untuk tidak memakai hukum dunia, tetapi hukum dari Allah. Dia adalah Allah yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Marilah kita mulai dari hal yang sederhana dalam melaksanakan hukum Tuhan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, kadang kala karena tersinggung, aku mulai menebarkan benih permusuhan. Tuhan, berilah aku kepekaan untuk menekan egoku dan tidak mementingkan diri sendiri. Berilah aku hati yang berbelaskasihan dan hati yang mau taat pada kebenaran Firman Tuhan.
  2. Tuhan, jadikan gereja, lembaga Kristen, dan anak-anak Tuhan yang duduk di dalam anggota dewan, pemerintahan, ataupun militer terus menegakkan keadilan dan kebenaran yang berlandaskan firman Tuhan. Biarlah mereka tidak mengedepankan jabatan, kedudukan, kekuasaan, atau kekayaan mereka dalam menyatakan keadilan, kebenaran, dan kasih, tetapi menjunjung tinggi hukum Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *