Renungan Berjalan bersama Tuhan

Allah Sumber Damai Sejahtera

Allah Sumber Damai Sejahtera

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Roma 15:28-33

Paulus terus menunjukkan kepada jemaat di Roma tentang  pengenalannya kepada Allah yang dipercayanya, yaitu Allah yang  merupakan sumber “damai sejahtera”. Dalam Roma 15:33, Paulus berkata, “Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin.” Melalui ayat ini, kita dapat melihat bahwa Tuhan senantiasa menghendaki dan menginginkan kita untuk hidup dalam damai sejahtera. Kita semua membutuhkan damai. Tidak ada seorang pun yang menginginkan konflik, peperangan, perselisihan, dan terus saling menyakiti hati, atau terus hidup dalam ketegangan dan kemarahan. Hidup yang demikian membuat orang frustrasi, bahkan bisa sampai depresi. Bagaimana dengan realitas hidup manusia sekarang ini? Bagaimana kehidupan keluarga kita? Bagaimana suasana pekerjaan kita sehari-hari? Bagaimana kita mengembangkan karier kita, studi kita, hubungan dengan famili dan anggota keluarga, kehidupan pelayanan kita? Adakah damai sejahtera itu ada di dalam kehidupan kita?

Apa dampak dari damai sejahtera itu? Apa yang kita alami jika di dalam kehidupan kita ada damai sejahtera? Yang pertama, jelas bahwa damai itu akan mendatangkan sukacita, kegembiraan dalam hubungan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Dari dalam hati, pikiran, dan tingkah laku kita akan mengalir dan memancar sukacita dan kegembiraan, yang dapat menular kepada orang lain. Sukacita yang ada di dalam diri kita memberikan dampak yang luar biasa karena orang-orang yang berada di sekitar kita dapat turut merasakannya. Jelas hal ini dapat dipraktikkan! Silakan Anda mencoba bangun pagi besok dengan muka muram, sinis, dan menunjukkan kemarahan, maka orang yang kita temui juga akan memberikan respons yang sama. Berbeda dengan bila setelah bangun pagi, kita menunjukkan sikap yang ramah, wajah penuh senyum, dan pandangan mata yang hangat dan penuh kasih. Pasti orang yang melihat kita akan menyapa dengan senyum dan keramahan. Kedua, damai itu memberikan semangat hidup dan semangat kerja yang tinggi. Jika orang-orang di sekitar kita bertampang cemberut, memiliki sorot mata yang penuh curiga, dan tidak ada rasa saling percaya, maka suasana seperti ini akan membuat kita tidak betah. Jika orang seperti itu berada di tempat kerja kita, kita pasti malas untuk berangkat bekerja, apalagi untuk bekerja sama dengannya. Berbeda dengan bila lingkungan kerja kita penuh dengan sukacita, kita akan senang dan rindu untuk bekerja. Ada semangat yang besar untuk berangkat bekerja. Paulus mengatakan bahwa Allah itu sumber damai sejahtera. Allah itulah yang menyertai kita! Dalam terjemahan lain dikatakan, “My peace I give unto you! (Damai sejahtera itu Aku berikan kepadamu!). Allah tahu kebutuhan mendasar kita, yakni damai sejahtera! Jalanilah hidup ini bersama Allah dengan damai sejahtera-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *