Renungan Berjalan bersama Tuhan

Allah Tidak Berkenan terhadap Dosa

Allah Tidak Berkenan terhadap Dosa

Keluaran 20:18-26

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Pernahkah Anda melihat murid Taman Kanak-kanak masuk ke dalam kelas untuk pertama kalinya? Suasananya sangat ramai, bukan? Ramai karena di sana sini banyak anak yang berteriak ketakutan, ada yang menangis, dan ada pula yang memanggil mamanya. Bila ibu guru sudah mulai berbicara, semua anak mendengarkannya dengan takut. Demikian halnya ketika Allah berbicara kepada umat-Nya, Israel. Betapa takutnya bangsa Israel ketika mendengarkan Allah berkata-kata kepada mereka. Tidak dijelaskan bagaimana dan dalam bentuk apa Allah datang serta menghampiri umat-Nya. Namun, pengalaman itu benar-benar membuat mereka takut.

Semua berawal ketika Tuhan menyampaikan hukum-hukum-Nya kepada bangsa Israel. Setelah hukum itu diberikan dengan sempurna, Allah menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya. Allah menyatakan diri-Nya dalam kemuliaan dan kebesaran-Nya. Keagungan-Nya tak tertandingi. Di hadapan-Nya, manusia benar-benar bagaikan makhluk yang kecil seperti pasir di laut atau rumput yang pagi kelihatan segar dan siang sudah layu karena terik matahari. Menyadari keterbatasannya sebagai manusia, bangsa Israel tidak berani berhadapan muka dengan Allah.

Kehadiran Allah dialami oleh manusia namun dengan disertai rasa rasa takut. Ketakutan yang muncul berasal dari rasa bersalah akibat dosa yang belum dibereskan dengan Allah. Maka dari itu, firman Tuhan datang kepada Musa, “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa” (Keluaran 20:20).

Musa menyapa bangsa Israel dengan sapaan “jangan takut” karena ketakutan yang mereka rasakan sekarang adalah ketakutan yang salah! Allah datang untuk menguji apakah kita tetap berbuat dosa atau tidak. Jika tidak, maka kita tidak perlu takut! Tidak berbuat dosa bukan berarti kita dipanggil manjadi manusia yang sempurna dan tanpa cacat cela. Kita memang orang yang berdosa namun sudah ditebus dan diselamatkan oleh-Nya. Status anak-anak Tuhan tak lagi sebagai orang berdosa, tetapi sebagai anak-anak Allah, anak-anak terang! Kehidupan anak-anak terang seharusnya berjalan dalam aturan dan hukum Tuhan yang ditaati dengan setia.

Dengan demikian, apakah yang dikatakan Musa dapat terlaksana dengan baik, yakni agar kita jangan berbuat dosa lagi. Jika Allah senantiasa bersama-sama dengan kita, kita tidak perlu takut karena anugerah-Nya tak henti-hentinya menyertai kita. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena Engkau, Tuhan, yang menjadi Juru Selamatku sehingga aku tak lagi takut datang menghampiri-Mu. Pimpinlah aku agar takut berbuat dosa, jauhkan aku dari segala godaan yang akan membawa diriku jatuh ke dalam dosa. Ajarlah aku untuk terus berjuang hidup kudus di hadapan-Mu.
  2. Tuhan, kami berdoa untuk kehidupan jemaat Tuhan. Jagailah gereja-Mu agar dapat hidup kudus di tengah kebobrokan dunia ini akibat dosa. Kiranya kesaksian hidup kami tidak menjadi batu sandungan bagi banyak orang, baik dalam ucapan, pikiran, maupun tindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *