Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Topikal

Allah Trinitas

Oleh: Pdt. Andy Kirana

Yohanes 3:1-17

Shalom. Pagi hari ini kita akan bersama-sama belajar dan merenungkan firman Tuhan dengan tema Allah Trinitas. Tema ini merupakan pengajaran atau doktrin mendasar bagi kehidupan kekristenan kita. Karena sulitnya, doktrin mengenai Allah Tritunggal (Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus) ini sering kita siri’i… sering kita hindari. Jangankan mengerti, mendengarnya saja sudah mumet (pusing-red). Tetapi, apabila kita tidak memahami doktrin Allah Trinitas atau Allah Tritunggal ini, saya berani katakan, kita ini sebenarnya bukan orang Kristen. Saya akan berusaha menjelaskan sesederhana mungkin… sebisa yang saya lakukan.

Saudaraku, Allah Trinitas sesungguhnya adalah misteri yang amat sulit dipahami oleh akal budi, oleh otak kita yang sangat terbatas. Bahkan, seorang Bapa Gereja bernama Agustinus menyatakan, “Si comprehendis est Deus.” Apa maksudnya? Jika Anda memahaminya, itu pasti bukan Allah. Jika engkau bisa memahami Allah Trinitas, itu pasti bukan Allah yang sebenarnya. Ungkapan itu ingin menekankan bahwa manusia tidak mungkin mampu memahami Allah.

Karena Allah Trinitas ini adalah misteri, manusia berusaha memahaminya dengan berbagai cara, menggunakan berbagai analogi. Misalnya, ada orang yang mengatakan bahwa Allah Trinitas bisa dipahami seperti Matematika. Allah Trinitas bukan 1+1+1 melainkan 1x1x1. Menurut Saudara, analogi ini benar atau tidak? Simpan dulu jawaban Saudara. Ada juga orang yang menganalogikan Allah Tritunggal dengan matahari. Matahari berada jauh di atas sana (Allah Bapa), tetapi sinarnya (Allah Putra) bisa kita lihat, panasnya (Allah Roh Kudus) bisa kita rasakan. Menurut Saudara, ini benar atau tidak? Simpan dulu juga jawaban Saudara. Sudah ada dua analogi. Ada lagi orang yang mengatakan bahwa Allah Trinitas bisa dipahami seperti air, es dan uap air. Air bila membeku akan menjadi es. Air bila dipanaskan akan menguap menjadi uap air. Tetapi air, es dan uap air sama-sama H2O. Ada tiga keberadaan, tetapi sebenarnya cuma satu. Bener nggak, ya? Untuk menggambarkan tentang Allah, mana yang paling tepat dari ketiga analogi tadi?

Saudara…. inilah jawabannya: semua ilustrasi atau analogi yang diciptakan oleh ciptaan yang terbatas tadi tidak mungkin bisa menjelaskan dengan tuntas dan jelas tentang Pencipta yang tak terbatas, yaitu Allah Tritunggal. Yang sementara… yang temporer ini… tidak bisa dipakai untuk menjelaskan Yang Kekal. Segenius apa pun… sepintar apa pun… sepandai apa pun manusia, dia tidak akan mampu menjelaskan keberadaan Allah Trinitas ini. Karena itu, sangat bisa dipahami bila orang-orang yang tidak percaya Allah Tritunggal sering menyerang kita, mendebat kita dengan mengatakan, “Orang Kristen memiliki tiga Allah. Telu kok siji (tiga tetapi satu-red), ora mungkin (tidak mungkin-red).” Ya… bagi pikiran manusia yang terbatas, Allah Tritunggal itu tidak mungkin. Lalu, bagaimana Allah menghendaki supaya manusia yang berakal ini bisa memahami hakikat Allah yang satu tetapi di dalamnya ada tiga Pribadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *