Renungan Berjalan bersama Tuhan

Ambillah, Serahkan untuk Berkarya

Ambillah, Serahkan untuk Berkarya

Kejadian 22:1-19

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Selama masih hidup di dunia ini, setiap manusia tentu masih bergantung pada pihak lain. Seorang bayi, misalnya, akan sangat bergantung pada ibunya, baik untuk makanan, minuman ataupun perlindungan. Setelah dewasa, manusia membutuhkan sesamanya untuk saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan hidup. Kebergantungan akan terus menjadi bagian dalam hidup manusia, terlebih kebergantungan kepada Allah. Sampai kapan pun manusia akan terus bergantung kepada Allah karena ia tidak mampu mengatasi segala pergumulan dan beban hidupnya sendiri. Kebergantungan kepada Allah-lah yang menguatkan manusia untuk terus maju dan berkarya lebih besar lagi.

Itulah yang terjadi pada Abraham. Suatu ketika, Allah meminta buah hati Abraham yang sangat ia sayangi. Allah berfirman, “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran” (Kejadian 22:2). Perintah ini mungkin terdengar seperti halilintar yang menyambar di siang hari bolong dan tak pernah terpikirkan oleh siapa pun, termasuk Abraham. Jelas, hal tersebut tidak pernah ada dalam rencana hidup Abraham. Sungguh ini merupakan pergumulan yang sangat berat! Meski berat, Abraham menunjukkan kebergantungannya kepada Allah dalam menyelesaikan pergumulan hidup yang dihadapinya. Allah membentuk Abraham sedemikian rupa untuk bergantung hanya kepada-Nya dan mempersiapkan Abraham untuk melakukan karya yang lebih besar.

Di tengah kondisi mapan dan hidup penuh berkat, persoalan baru dapat muncul tiba-tiba dan mengguncangkan iman. Hidup memang tidak pernah lepas dari pergumulan. Pada saat itulah Allah terus mendidik anak anak-Nya untuk bergantung sepenuhnya kepada DIA dan dipersiapkan untuk mengerjakan karya yang lebih besar. Segala persoalan tidak akan pernah berhenti, tetapi satu hal yang pasti, kekuatan untuk mengatasi segala pergumulan hanyalah bersama Dia. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku semakin bergantung kepada-Mu karena tidak mungkin ku dapat mengatasi segala beban dan pergumulan hidup yang datang silih berganti. Mampukan aku untuk bergantung sepenuhnya kepada-Mu dan jadikan aku semakin kuat dalam mengatasi semua pergumulan hidup.
  2. Tuhan, tolonglah kehidupan gereja-Mu supaya benar-benar bergantung pada Tuhan dan terus memberitakan firman-Mu. Kiranya semua program pelayanan benar-benar didasarkan pada firman Tuhan dan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar, bangsa, dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *