Khotbah Perjanjian Baru

An Attitude to Gratitude

Oleh: Pdt. David Kosasih

Filipi 4: 6

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

1 Tesalonika 5: 18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Pendahuluan

Saya memperhatikan bahwa mengucap syukur ternyata lebih mudah diomongin daripada dilakukan. Setidaknya saya mengalami secara pribadi. Saya mengingat suatu sore saya mengendarai sepeda motor dari rumah ke gereja untuk melayani di persekutuan pemuda. Awalnya, perjalanan keluar dari rumah berjalan baik. Tetapi kira-kira di separuh perjalanan, ada sebuah accident. Dari arah berlawanan ada sebuah sepeda motor yang melaju dengan kencang dan duarrrr…. Tabrakan tidak terhindari. Saya terjatuh dan tertimpa sepeda motor saya, sementara yang menabrak tidak apa-apa dan kabur. Saya bangun lalu menyadari bahwa jari kaki saya patah dengan luka terbuka dan darah yang mengucur deras. Oleh beberapa anak pemuda, saya dibawa ke rumah sakit. Malam itu jari kaki langsung di operasi dan saya harus beristirahat 5 hari lamanya.

Setelah selesai operasi, saya pulang masih dengan kaki yang dibebat dan memakai tongkat untuk berjalan. Saya merasakan betapa susahnya melakukan banyak hal dengan kondisi kaki seperti itu, misal: mandi, naik tangga, berjalan, dll. Sebelumnya aktivitas itu bisa saya lakukan dengan gampang dan gak masalah. Tetapi saat baru operasi semuanya menjadi sulit.

Saat itu sempat mengeluh, “Aih… mengapa Tuhan tidak menolong saya sehingga tidak usah mengalami kecelakaan dan kesusahan”. Saya lupa bersyukur bahwa selama ini, saya bisa beraktivitas dengan baik, kaki yang berfungsi dengan baik. Saat kehilangan semuanya baru merasakan betapa berharganya sepasang kaki yang baik, yang Tuhan berikan.

Dalam dua teks yang kita baca hari ini, kita menemukan juga satu prinsip yang mendasari kehidupan kita seharusnya sebagai seorang anak Tuhan. Mari kita lihat sejenak bagaimana Tuhan menghendaki bagaimana kita bersyukur.

Isi

Kita akan melihat sejenak situasi surat Filipi untuk bisa memahami nasihat yang rasul Paulus berikan kepada mereka. Jemaat Filipi adalah jemaat yang dirintis dan didirikan oleh Paulus. Jemaat Filipi merupakan jemaat pertama yang Paulus dirikan di tanah Eropa. Di kota Filipi, Paulus dan Silas sempat dipenjarakan karena dituduh membuat keributan dengan mengusir setan yang merasuki seorang anak perempuan di sana (Kisah Para Rasul 16: 13 – 40).

Yang menarik lagi, surat Filipi ini ditulis oleh rasul Paulus sewaktu ia sedang berada di dalam penjara. Rupa-rupanya berita pemenjaraan Paulus telah sampai pula kepada jemaat di kota Filipi. Karena itu mereka mengutus salah seorang jemaat Filipi, Epafroditus untuk mengunjungi Paulus di penjara sambil membawa persembahan kasih dari jemaat kepadanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *