Renungan Berjalan bersama Tuhan

Anak Dan Berkat

Anak Dan Berkat

Kejadian 28:10-22

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kita kerap mendengar cerita turun-temurun dari nenek moyang mengenai budaya pernikahan, melahirkan anak, membesarkan anak, ulang tahun anak, sampai kedukaan. Budaya terus-menerus diajarkan dan diturunkan sampai akhirnya budaya itu berubah statusnya dari cerita masyarakat kuno menjadi suatu kepercayaan. Pada suatu malam berkumpullah para orangtua, kakek nenek, duduk santai bersama bertepatan dengan saat bulan purnama. Setiap tanggal 15, bulan terlihat sangat besar, bulat, dan memancarkan sinarnya yang kemerah-merahan, membuat suasana malam itu penuh syahdu. Para kakek nenek merumpi bersama membahas nostalgia orang-orang zaman dahulu. Mereka duduk-duduk sambil bercakap-cakap tanpa ujung pangkal namun menyenangkan. Ada di antara mereka yang tampak serius, ada pula yang bersenda gurau.

Obrolan itu di antaranya membahas tentang betapa anak laki-laki lebih banyak membawa keberuntungan dalam keluarga daripada anak perempuan. Anak laki-laki itu penerus takhta kerajaan atau warisan orangtua, sedangkan anak perempuan pada akhirnya akan hilang diambil anak oleh orang lain. Maka dari itu, mempunyai anak perempuan tampaknya sia-sia—sudah dibesarkan dengan susah payah namun akhirnya hilang! Lebih parah lagi, obrolan itu berkembang sampai pada nasib anak perempuan. Jika keluarga mempunyai anak perempuan saja, maka keluarga itu tidak beruntung, anak-anak itu pembawa sial, tidak mendatangkan keuntungan, tetapi kerugian. Ditambah lagi jika keluarga itu memang sudah susah hidupnya, mencari pekerjaan sulit, dan tidak harmonis. Jadi, anak perempuan dianggap pembawa sial!

Cerita para nenek dan kakek itu pada akhirnya berubah menjadi kepercayaan bahwa anak-anak itu ada yang mendatangkan keberuntungan dan ada pula yang mendatangkan kerugian. Apakah benar pandangan dan kepercayaan itu? Jelas tidak benar! Karena keberuntungan atau kerugian itu tidak pernah ditentukan oleh jenis kelamin. Banyak anak laki-laki yang hidupnya sangat susah dan anak perempuan sangat berhasil. Bahkan di Alkitab juga ada diceritakan anak perempuan yang mempunyai kedudukan dan kepemimpinan yang sangat berhasil dibandingkan anak laki-laki. Maka dari itu, kepercayaan harus dinilai dan dianalisa asal usulnya. Jika kelahiran seseorang bisa diramalkan akan mendatangkan keuntungan atau kerugian, jelas itu bukan berasal dari kebenaran.

Firman Tuhan datang kepada Abraham, “Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 28:14). Anak Abraham laki-laki dan perempuan semuanya mendapatkan berkat dari Allah! Tidak ada anak sial di dalam dunia ini! Tidak ada anak yang mendatangkan keberuntungan atau kerugian, membawa berkat atau mendatangkan malapetaka. Yang ada adalah semua anak mendapat berkat dari Allah karena Allah yang menjadikan anak-anak kita dan Allah yang melindungi mereka. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *