Khotbah Perjanjian Lama

Anak Panah di Tangan Pahlawan

Saudara, dari peragaan tadi, ketika seorang pahlawan menggunakan anak panahnya, paling tidak ada tiga hal yang harus dilakukannya. Yang pertama, dia harus tahu sasaran yang tepat. Bagaimana kita akan memanah bila tidak tahu sasaran? Bisa ngawur nanti. Yang kedua, dia harus membidikkan anak panah itu ke sasaran. Bukan ke yang lainnya. Yang ketiga, anak panah itu harus dilepaskan supaya mengenai sasaran. Bukan ditahan terus. Mari kita pelajari ketiga hal tersebut.

Pertama, sasaran yang tepat.

Apa yang dimaksud dengan sasaran yang tepat ini? Saya ingin membandingkan seorang dengan anak panah dengan seorang yang menggunakan senapan mesin. Ada perbedaan yang besar di antara keduanya. Senapan mesin AK-47, misalnya, dalam satu menit saja bisa memuntahkan 600 butir peluru. Kalau saya berhadapan dengan sasaran tembak, pelatuk senapan saya tarik selama satu menit, masak dari 600 butir peluru tidak ada yang kena sasaran? Untuk melumpuhkan sasaran dengan AK-47 tidak dibutuhkan orang yang jago menembak. Bandingkan dengan pahlawan. Biasanya dia hanya mengantongi maksimal 3 anak panah di tabungnya. Seorang pahlawan tidak akan menggunakan anak panahnya dengan sembarangan. Setiap anak panah harus dia pergunakan dengan efektif. Tidak asal memanah saja. Dia harus memunyai perhitungan yang jitu, sekali menarik anak panah dari tabungnya harus mengenai sasaran. Itulah seorang pahlawan.

4 thoughts on “Anak Panah di Tangan Pahlawan

    1. Terima kasih Om Poey. Kiranya hidup kita melesat jauh ke depan mengenai sasaran yg ditetapkan Tuhan bagi kita masing2. Jbu

  1. Puji Tuhan, perenungan yg menyadarkan bahwa Tuhan punya rencana yg indah buat tiap anakNya yg menyandarkan hidup padaNya….Terimakasih Pdt. Andi Kirana..GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *