Khotbah Perjanjian Baru

Anti Lex Talionis

Oleh: Pdt. Andy Kirana

Matius 5:38-42

Shalom, Saudara… Pada kesempatan yang indah ini, mari bersama-sama kita akan berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Tema yang akan kita renungkan pada kesempatan ini saya beri judul Anti Lex Talionis. Barangkali istilah ini asing bagi Saudara-saudara. Tetapi, ini adalah bagian dari apa yang dikehendaki Tuhan yaitu bagaimana agar anak-anak Tuhan, murid-murid Tuhan bertumbuh dalam kehidupannya. Lex Talionis berarti hukum balas-membalas. Anti lex talionis berarti anti-hukum balas-membalas. Mari bersama-sama kita baca bagian dari firman Tuhan yang terdapat dalam Injil Matius 5:38-42.

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan… sebelumnya saya ingin memastikan bahwa semua jemaat di sini sudah memegang cabe. Semua sudah mendapatkan cabe? Okay… karena kita akan belajar dari cabe.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan… firman Tuhan yang tadi kita baca, tentu sangat sulit dilakukan. Bukankah yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari kita adalah yang sebaliknya? Kalau kita nonton televisi atau membaca berita di medsos; setiap hari kita disuguhi pembenaran bila kamu dijahati, balaslah dengan kejahatan. Kalau perlu, balaslah dengan cara yang lebih jahat. Begitu, bukan, Saudara? Ini yang di dalam hukum tadi kita baca… mata ganti mata. Gigi ganti gigi. Cara inilah yang dipandang oleh dunia sebagai reaksi yang normal dan wajar. Tampaknya, cara ini juga cara yang normal terjadi pada zaman Tuhan Yesus. Yang menarik, Saudara… justru inilah yang dipertanyakan oleh Tuhan Yesus. Sebagai orang Kristen, mestinya kita juga mempertanyakan hal yang sama: apakah cara hidup dengan hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi adalah memang cara hidup yang wajar? Ini sebuah pertanyaan besar. Yang ingin saya katakan… yang namanya lex talionis di dalam kacamata Tuhan bukanlah cara hidup yang benar. Lex talionis bukanlah cara hidup yang wajar bagi anak-anak Tuhan. Karena itulah di dalam firman Tuhan tadi kita baca bahwa Tuhan Yesus antilex talionis. Tuhan Yesus tidak menyetujui hukum balas-membalas.

Saudara… kalau Saudara membaca Injil, belum pernah Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya memberikan empat perumpamaan sekaligus. Paling-paling satu perumpamaan lalu Dia terangkan. Tetapi, di dalam Injil yang kita baca tadi, Tuhan Yesus memberikan 4 perumpamaan sekaligus. Ini menunjukkan bahwa antilex talionis tersebut sangat istimewa dalam kacamata Tuhan Yesus. Lewat firman Tuhan yang tadi kita baca, kita tahu bagaimana reaksi yang sebaliknya dari lex talionis tersebut. Apa keempat perumpamaan itu? Yang pertama, jika pipi kanan ditampar, berikan juga pipi kiri. Kedua, bila baju dalammu diminta, berikan juga baju luarmu… berikan juga jubahmu. Ketiga, bila engkau dipaksa berjalan satu mil, berjalanlah dua mil. Keempat, jangan menolak orang yang mau meminjam kepada kita, bahkan kita harus memberi. Seperti itulah reaksi yang Tuhan inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *