Khotbah Perjanjian Baru

Apa Artinya bagi Kita?

Lukas perlu menunjukkan bahwa Yesus Kristus merupakan penggenapan janji Allah karena berulang kali orang-orang Israel merasa kecewa dengan orang-orang yang menyatakan diri sebagai Mesias namun ternyata kemudian mati. Berulang kali orang Israel merasa bahwa inilah saatnya janji Tuhan digenapi, tetapi ternyata belum. Pengalaman berulang kali semacam itu tentu saja dapat membawa mereka menuju keputusasaan dan bahkan sikap skeptis. Lukas menandaskan bahwa janji Allah akan digenapi menurut waktu-Nya, bukan waktu kita. Waktu Tuhan memang berbeda dengan waktu manusia.

Suatu kali saya berjanji kepada Alden untuk mengajaknya ke Mall pada hari Senin malam. Waktu itu saya berjanji pada hari Kamis siang. Tahukah Anda apa yang terjadi kemudian? Pada hari Kamis malam Alden sudah meminta, “Ayo ke Mall!” Saya menjawab, “Belum. Ini baru Kamis, kita akan pergi Senin malam.” Hari Jumat pagi, Alden sudah meminta lagi, “Ayo ke Mall, Pa. Papa sudah janji!” Saya bilang, “Ini baru Jumat, kita akan pergi Senin nanti!” Anda bisa menebak apa yang terjadi kemudian, bukan? Alden menuduh saya tidak memenuhi janji, hanya karena ia belum bisa memahami secara utuh tentang konsep hari.

Apakah kita sedang menantikan penggenapan janji Tuhan dalam kehidupan kita? Berulang kali menanti tetapi doa tak juga terjawab, penyakit tak juga tersembuhkan, masalah tak juga menampakkan tanda-tanda adanya jalan keluar. Dalam kondisi seperti ini memang lebih mudah bagi kita untuk menyerah. Berhenti berharap dan kemudian bersikap skeptis terhadap doa dan ibadah. Namun, jika ini yang kita lakukan, ke mana lagi kita akan mengarahkan pengharapan kita?

Daripada lari dari Tuhan dengan segala kekecewaan, bukankah lebih baik menghadap Tuhan dengan pertanyaan, “Sampai kapan, Tuhan?” Menanti dan bertanya di hadapan Tuhan jauh lebih baik daripada melarikan diri dari Tuhan. Allah itu setia dengan janji-Nya. Lebih baik gelisah menanti daripada gelisah dalam pelarian diri.

Kenaikan Yesus Kristus Menunjukkan Bahwa Karya Allah Tak Terhenti

Setelah menjelaskan betapa kehadiran-Nya menggenapi janji Allah, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini” (Lukas 24:48). Apa arti perkataan-Nya itu? Tugas seorang saksi adalah meneruskan berita yang ia ketahui kepada orang lain. Dari sini kita bisa memahami bahwa pelayanan Yesus Kristus di dunia telah berakhir, tetapi pelayanan para saksi baru saja akan segera dimulai.

Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya bahwa tugas sebagai saksi Kristus itu mustahil dilakukan dengan kekuatan mereka sendiri sehingga Bapa surgawi menjanjikan adanya penolong. Itulah sebabnya Yesus tidak meminta mereka segera beraksi. Yesus juga tidak meminta mereka untuk berdiam diri. Yesus meminta mereka untuk menanti. “Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *