Renungan Berjalan bersama Tuhan

Apa yang Kita Minta dalam Doa?

Apa yang Kita Minta dalam Doa?

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yohanes 3:14-21

Lord, give us hearts never to forget your love; but to remain there whatever we do, whether we sleep or wake, live or die, or rise again to the life that is to come. For your love is eternal life and everlasting rest; for this is life eternal to know you and your infinite goodness. O let its flame never be quenched in our hearts; let it grow and brighten, till our whole souls are glowing and shining with its light and warmth (Johann Arndt)

Tuhan, berilah kami hati yang tidak pernah melupakan kasih-Mu namun tetap berada di dalam kasih-Mu tak peduli apa pun yang kami lakukan, baik saat kami tidur atau bangun, hidup atau mati, atau bangkit kembali pada kehidupan kekal mendatang. Hal ini karena kasih-Mu yang kekal, baik dalam hidup maupun mati; karena ini adalah kehidupan kekal untuk mengenal Engkau dan kebaikan-Mu yang mengawali segalanya. Biarlah nyala kasih itu tidak pernah padam di dalam hati kami, biarlah nyala kasih itu tetap bertumbuh dan semakin bersinar sampai seluruh jiwa kami bersinar dalam terang dan kehangatannya.” Ungkapan Doa yang sangat indah, yang menyatakan kepasrahan sepenuhnya pada anugerah Tuhan semata.

Kita semua tahu apakah doa itu dan bagaimana cara berdoa. Doa merupakan cara yang Tuhan berikan agar kita dapat berkomunikasi dengan-Nya. Berkomunikasi dengan-Nya adalah memperbincangkan apa pun yang ingin kita katakan, baik dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, bahkan dalam segala situasi dan kondisi, layaknya relasi antara seorang bapak dan anak.

Johann Arndt memberikan contoh doa yang sangat indah ketika ia merenungkan Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Tipe doa seperti di atas mungkin jarang kita naikkan karena kita lebih sering berdoa untuk meminta sesuatu kepada Tuhan, entah itu meminta berkat, perlindungan, penyertaan, atau kekuatan agar kita mampu menghadapi tantangan apa pun dan menikmati berkat-berkat-Nya. Berbeda dengan doa yang dipanjatkan oleh Johann. Ia meminta agar Tuhan memberinya hati yang tidak pernah melupakan kasih Tuhan karena Tuhan telah memberikan kasih-Nya lebih dulu yang begitu besar, yakni berupa nyawa-Nya. Itulah yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Tatkala Tuhan sudah mencurahkan kasih-Nya yang terbesar dan terbaik kepada kita, bukankah kita sering melupakan kasih-Nya itu karena relasi antara kita dan Dia sering didominasi permintaan yang menyangkut kebutuhan kita semata? Belajarlah dari doa tadi. Mintalah kepada Tuhan agar memberi kita hati yang tidak pernah melupakan kasih-Nya. Itu berarti kita harus meminta kepada-Nya agar hidup kita senantiasa didasari dengan kasih Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, baik saat bekerja maupun tidur, biarlah kasih Tuhan itu terus menyala di dalam hati kita, bersinar dengan terangnya, dan mampu memberikan kehangatan di tengah-tengah kehidupan kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *