Renungan Berjalan bersama Tuhan

Apa yang Kita Tabur?

Apa yang Kita Tabur?

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa.” (Amsal 22:8)

Amsal kembali membahas hukum menabur dan menuai. Apa yang ditabur orang suatu saat akan dituainya. Tidak mungkin orang menabur tanpa menuai dan orang menuai tanpa menabur. Kali ini Amsal mengingatkan bahwa orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana. Apa yang dimaksud dengan kecurangan? Tak lain adalah sikap seseorang yang mengatakan dan menyatakan hal-hal yang tidak benar. Kecurangan adalah perbuatan yang disengaja, bukan tidak disengaja. Kecurangan selalu direncanakan dengan baik, misalnya tindakan menyontek saat ujian sekolah. Bukankah menyontek ini dilakukan dengan sengaja? Jadi, kecurangan adalah perbuatan yang disengaja dan direncanakan dengan baik.

Persoalannya adalah motivasi dan hal-hal apa sajakah yang mendorong seseorang melakukan kecurangan? Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi seseorang untuk melakukan kecurangan. Pertama, ingin mendapatkan hasil yang cepat dan bagus tanpa kerja keras. Orang yang demikian adalah orang yang bekerja dengan teliti, ada semangat bahkan perjuangan, tetapi semuanya dilakukan dalam kecurangan. Kedua, kecurangan dilakukan karena dengan sengaja mau berbohong, tidak jujur.

Orang yang melakukan kecurangan akan menuai bencana, bahkan tongkat amarahnya akan membawa pada kebinasaan. Jelas, apa yang ditabur suatu saat akan dituai. Orang yang melakukan kecurangan akan menuai bencana karena semuanya akan terbongkar dan upahnya adalah konflik, keributan besar, pertengkaran yang hebat, dan sebagainya. Jika orang yang berbuat curang kemudian marah-marah, maka kemarahannya justru akan membawanya menuju kebinasaan. Persoalan utama kecurangan adalah ketidakjujuran dan itu mengakibatkan ketidakpercayaan. Jika orang sudah tidak percaya lagi, maka itu akan menjadi bencana dalam dirinya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah langkah kerjaku yang sangat mudah melakukan kecurangan karena semua orang di sekitar dunia bisnis melakukan hal yang sama, yakni kecurangan. Sikap yang demikian malah menjadi pola dalam bekerja untuk mendapatkan keuntungan. Tuhan, kuatkan aku supaya aku tidak terpancing masuk ke dalam pola kerja yang penuh dengan kecurangan, mulai dari hal-hal kecil seperti kecurangan dalam jam kerja, keuangan, bonus, dan sebagainya.
  2. Tuhan, sertailah kami sebagai gereja agar kami dapat terus memperlengkapi anggota jemaat yang sudah mulai terjun ke dalam dunia kerja, yang sudah lulus kuliah dan mempersiapkan diri masuk dalam dunia kerja. Mampukan kami memberikan nilai-nilai kerja yang benar, yakni tidak melakukan kecurangan, tetapi belajar jujur dan takut akan Tuhan. Berkatilah semua usaha pekerjaan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *