Khotbah Perjanjian Baru

Atasi Amarahmu!

Oleh: Pdt. Andy Kirana

Efesus 4:31-32

Bapa sorgawi, kami bersyukur karena Engkau menciptakan kami menurut gambar dan rupa Tuhan. Engkau juga memberi kami emosi untuk memuliakan nama-Mu. Namun, seringkali justru emosi menjadi masalah dalam hidup bersama, melalui amarah yang meluap dari dalam diri kami. Tuhan, ajari kami kebenaran firman-Mu supaya bisa mengatasi amarah dengan kuasa pengampunan-Mu di dalam Kristus Yesus. Berfirmanlah Tuhan, kami siap mendengarkan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Shalom, Saudara. Pada kesempatan ini saya akan membagikan kebenaran firman Tuhan dengan tema Atasi Amarahmu! Sebelum membaca firman Tuhan, saya ingin bertanya, apakah ada di antara Saudara yang tidak pernah marah? Ada? Oh, ternyata tidak ada. Saya dulu juga sering marah-marah, walaupun saya kelihatannya pendiam. Namun, saya mendapatkan pelajaran yang indah mengenai bagaimana kita bisa mengatasi belenggu amarah ini melalui firman Tuhan.

Mari kita baca bersama-sama Efesus 4:31-32.

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Saya akan lanjutkan dengan membaca Injil Matius 18:21-35.

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *