Renungan

Kata untuk Menata

Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Amsal 15:1 Mulutmu, harimaumu. Pepatah ini ingin menegaskan pentingnya menjaga lidah atau mulut kita. Sama seperti harimau tak terjaga yang bisa mendatangkan bahaya, demikian pula perkataan yang tak terjadi bisa mendatangkan bahaya bagi diri sendiri atau orang lain. Tak… Read More Kata untuk Menata

Renungan

Tertipu dengan Penampilan

Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin daripada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. Amsal 5:3-4 “Ah, saya tertipu dengan penampilannya yang rapi dan cara bicaranya yang menyakinkan,” demikian tutur seorang teman. Ia mencari partner bisnis untuk mengembangkan usahanya,… Read More Tertipu dengan Penampilan

Renungan

Laborare Est Orare

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. Amsal 16:3 Ora et Labora, kita tentu sudah tak asing lagi dengan frasa Latin ini yang berarti berdoa dan bekerja. Bekerja dan berdoa menjadi satu kesatuan yang penting. Namun, kemungkinan besar kita masih asing dengan frasa Latin ini: laborare est orare. Laborare… Read More Laborare Est Orare

Renungan

Penyesalan Datang Belakangan

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya Dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa, lalu engkau akan berkata: “Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran. Amsal 5:11-12 “Penyesalan selalu datang belakangan. Kalau datang di awal itu namanya pendaftaran,” demikan seorang rekan membuka percakapannya. Walaupun ada nada canda dalam perkataan… Read More Penyesalan Datang Belakangan

Khotbah Perjanjian Baru

Mengasihi dalam Kebenaran

Oleh: Pdt. Budianto Lim 1 Yohanes 3:18 Mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Sebenarnya tema ini bukan perlu dikhotbahkan tetapi dilakukan bersama-sama. Soalnya itu esensi ayat 18. Arti ‘mengasihi dalam atau dengan kebenaran’ dalam konteks 1 Yohanes 3 tidak dibungkus dengan pemikiran-pemikiran filsafat yang abstrak dan kompleks. Kita semua menangkap jelas inti ayat 18: Mengasihi… Read More Mengasihi dalam Kebenaran

Renungan

Mengapa Memberi Persembahan?

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Amsal 3:9-10 “Mengapa kita memberikan persembahan di gereja? Bukankah Tuhan tidak membutuhkan uang karena Dialah yang empunya segala sesuatu?” tanya seorang remaja di… Read More Mengapa Memberi Persembahan?

Renungan

Mengoleksi Pujian

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri. Amsal 27:2 Suatu kali setelah selesai melayani sebuah kebaktian, seorang pemuji yang tadi mempersembahkan pujian bertanya, “Bagaimana menurut pendapat Bapak? Suara saya tadi ok, ‘kan?” Saya hanya terdiam dan memikirkan pertanyaannya. Pertanyaan pertama “Bagaimana… Read More Mengoleksi Pujian