Renungan Berjalan bersama Tuhan

Baca Firman-Nya

Baca Firman-Nya

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Mazmur 119:105-112

Ketika bertemu dan berkumpul bersama orang-orang yang tidak pernah membaca firman Tuhan dan orang-orang yang senang membaca firman Tuhan, maka akan terasa bedanya. Setidaknya, orang yang senang membaca firman Tuhan tidak mengalami kesulitan memahami firman-Nya. Ia dapat membaca dengan tenang dan menikmati firman-Nya yang begitu indah. Sedangkan orang yang tidak pernah membaca firman Tuhan akan mengalami kesulitan untuk memahami firman-Nya. Bagi mereka, Alkitab itu seperti “barang asing”. Ketika ia membaca dan belajar kebenaran firman Tuhan yang menegur kehidupan dosa-dosanya, maka ia akan merasa takut, khawatir, dan tidak tenang karena ia belum mengerti firman-Nya dengan benar. Firman Tuhan menjadi ancaman bagi dirinya, bukan berkat yang menuntun langkah hidupnya. Ia membaca firman-Nya dengan sikap hati melawan, menentang, dan tidak mau melakukan firman-Nya. Dengan demikian, ia tidak dapat merasakan ketenangan.

Pemazmur berkata, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). Firman itu justru menjadi terang yang menerangi perjalanan hidup kita yang berada di dalam kegelapan. Terang itu yang membuka jalan, mengusir kegelapan, menghilangkan kegelapan dan digantikan dengan terang. Firman itu yang menjadi kompas yang benar dalam hidup manusia. Di dalam firman itu terdapat kebenaran-kebenaran Allah yang dinyatakan kepada manusia. Oleh karena itu, firman Tuhan benar-benar menjadi pedoman atau pegangan bagi hidup kita.

Bagi orang yang tidak pernah membaca firman Tuhan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum membaca firman-Nya. Pertama, ia harus bertanya pada diri sendiri apakah ia memang percaya kepada firman Tuhan atau tidak. Ketika membaca firman-Nya, apakah hatinya siap untuk diterangi dengan firman-nya. Arti dari siap adalah siap untuk diingatkan; ditegur; dibukakan pada kehidupannya yang tidak beres di hadapan Tuhan, dosa-dosanya yang selama ini disimpan sangat rapat, sikap hidup yang tidak benar, cara berpikir yang jahat, hati yang beku, tidak peduli, acuh tak acuh, tidak mau memahami orang lain, mau menang sendiri, juga tingkah laku yang tidak memedulikan orang lain, dan sebagainya. Semua itu akan ditelanjangi oleh firman Tuhan. Dengan demikian, bagi orang yang tidak pernah membaca firman Tuhan, berdoalah dan memohon agar Roh Kudus mengubah hatinya dari hati yang tidak suka firman Tuhan menjadi hati yang rindu mempelajari firman-Nya. Kedua, setelah percaya, barulah ia dapat membaca dengan sikap hati yang mau diterangi firman Tuhan. Dengan demikian, maka firman-Nya itu akan bekerja dengan bebas di dalam dirinya. Tuhan akan mengubahnya menjadi anak Tuhan yang berkenan di hati-Nya. Ketiga, setelah membaca, merenungkan, mengerti apa yang dimaksudkan oleh firman-Nya, kini tiba saatnya ia mencoba melakukan firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan takut berubah menjadi baik, karena hal itu dapat dipastikan tidak akan sia-sia. Roh Kudus akan menolong kita untuk bertumbuh menjadi anak Tuhan yang baik dan benar. Selamat membaca firman Tuhan dengan penuh kenikmatan! Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *