Khotbah Perjanjian Baru

Bahagia Sejati

Oleh: Pdt. Ruth Retno Nuswantari 

Lukas 6:20-26

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Pada umumnya orang berpikir bahwa kunci untuk menjadi bahagia adalah kaya raya, terkenal, berkedudukan tinggi, berkuasa, bisa mengendalikan segala sesuatu, dll. Orang yang bangkrut, yang sakit terminal, yang diperlakukan tidak adil dan dijebloskan ke dalam penjara, adalah orang yang celaka. Namun, Tuhan Yesus justru menunjukkan yang sebaliknya: orang yang berbahagia adalah orang yang miskin, yang sekarang ini lapar, yang sekarang ini menangis, yang dibenci, dikucilkan, dicela dan ditolak. Sedangkan orang yang kaya, yang sekarang ini kenyang, yang sekarang ini tertawa, yang dipuji oleh  semua orang, adalah orang yang celaka. Apa maksudnya?

Ada kalimat kunci dalam kata-kata Tuhan Yesus tsb yang sangat penting untuk kita cermati yaitu: “kerajaan Allah” dan “Anak Manusia”. Maksudnya, semua pernyataan tsb berhubungan dengan kerajaan Allah dan Anak Manusia. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah yang kekal dan berdaulat atas seluruh alam semesta, sedangkan Anak Manusia adalah sebutan yang dipakai oleh Tuhan Yesus Kristus untuk mengidentifikasikan diri-Nya dengan Sang Mesias yang disebutkan dalam kitab Daniel (Daniel 7:13-14). Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus berarti menundukkan diri sepenuhnya ke bawah otoritas Allah.  Jadi, apa kunci hidup bahagia menurut Tuhan Yesus?

Kunci Berbahagia Sejati

Pertama, Miskin di Hadapan Allah

Berbahagialah orang yang miskin, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah.” Matius menambahkan: “miskin di hadapan Allah” (Mt 5:3). Maksudnya, orang yang berbahagia adalah orang yang sadar bahwa tanpa anugerah Allah dia miskin, bukan apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa, oleh karenanya tidak bisa tidak bergantung kepada Allah. Semakin merasa miskin semakin bergantung kepada Tuhan dan semakin bergantung kepada Tuhan akan semakin diperkaya dengan berbagai pengalaman iman yang menakjubkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *