Khotbah Perjanjian Baru

Bahagia Sejati

Mari kita simak kata-kata terakhir Steven Paul Jobs, salah seorang yang paling sukses di dunia, dengan kekayaan bersih  sebanyak 5,1 miliar dolar pada th 2009. Dia meninggal pada tanggal 5 Oktober 2011 di usia 55 tahun akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka.

Inilah kata-kata terakhirnya: Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobbyku tak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku, kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku. Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya buat diri gunakan itu udah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yang mengerikan. Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah. Itu hanya ilusi saja. Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang. Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi. Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya. Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentaspun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir. Yang patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antar keluarga, cinta akan suami-istri dan juga kasih persahabatan antar teman.

Sayang sekali Stevens Paul Jobs tidak menuliskan kunci utama kebahagiaan sejati yaitu iman kepada Yesus Kristus yang ditandai dengan penyerahan diri total kepada otoritas Allah.

Penutup

Tuhan sudah menyediakan kebahagiaan sejati bagi setiap orang, namun kita menikmatinya atau tidak, adalah pilihan. Kiranya Tuhan menolong kita untuk memilih dengan bijaksana.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *