Renungan Berjalan bersama Tuhan

Baik Hati

Baik Hati

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.” (Amsal 22:9)

Amsal memuji orang yang baik hati karena orang yang baik hati akan diberkati Tuhan. Bagaimanakah orang yang baik hati itu? Apakah kita bisa melihat langsung hati orang itu baik atau tidak? Bukankah hati itu tidak kelihatan? Bagaimana melihat hati? Tidak mudah, bukan? Menentukan orang itu baik dan tidak tentunya tidak semudah membalik telapak tangan atau sekadar dikatakan melalui bibir kita.

Orang yang baik akan diberkati. Jika Amsal telah menyatakannya, berarti memang ada orang yang baik. Bagaimana menemukan orang yang baik? Ada cara yang sebenarnya tidak sulit, yakni melalui kesaksian hidupnya. Kesaksian hidup merupakan pemaparan jati diri kita yang sesungguhnya. Mengapa? Karena melalui kesaksian hidup, kita bisa melihat dengan jelas bagaimana pola pikir orang itu, isi hatinya, kehendaknya, kelakuannya, dan perhatiannya kepada orang lain. Pikiran, hati, dan kehendak yang ditampakkannya dalam berelasi dengan orang lain menjadi penilaian apakah ia baik atau tidak! Dan, hanya melalui relasi dengan orang lain dan perlakuannya terhadap orang lain itulah, kita bisa melihat pikiran, hati, dan kehendaknya.

Kemudian, siapa yang memberikan penilaian? Tentunya penilaian objektif lebih mewakili daripada yang subjektif. Orang banyak bisa menjadi saksi kehidupan seseorang. Mereka yang dikatakan baik akan diberkati oleh Tuhan. Kebaikan itu akan memancar dari dalam dirinya dan terus mengalir kepada sesamanya. Ia selalu menjadi orang yang mau berbagi. Amsal mengatakan bahwa ia membagi rezekinya kepada mereka yang tidak mampu. Hati yang berbelaskasihan, hati yang menyadari akan anugerah Tuhan yang mengalir di dalam dirinya, dan semua itu ia teruskan kepada orang lain. Orang yang demikian akan diberkati Tuhan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, bentuklah aku untuk terus-menerus belajar memiliki hati yang baik dan takut akan Tuhan. Tidak mudah mempunyai hati yang baik karena membutuhkan perjuangan yang berat dan membutuhkan kesetiaan terhadap kebenaran. Banyak tantangan yang muncul ketika akan menerapkan hati yang baik. Berikan kekuatan untuk mengaplikasikan kebaikan dalam hatiku dan kepada sesamaku.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja untuk terus memperlengkapi hati anggota jemaat untuk belajar mempunyai hati yang baik. Pimpinlah semua pelajaran mulai dari pelajaran usia Sekolah Minggu sampai dengan lanjut usia agar pelajaran itu terus menekankan pembentukan hati yang baik, hati yang mau belajar menjadi seorang murid Tuhan Yesus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *