Khotbah Perjanjian Lama

Bekerja dengan Cinta

Jadi, mulailah mengerjakan apa yang menjadi hobi atau sesuatu yang Anda sukai. Anda tidak mungkin mengerjakan sesuatu yang tidak Anda sukai dan berkata, ”Saya sangat mencintai pekerjaan saya!” Kita akan merasa terbebani jika mengerjakan pekerjaan yang bukan menjadi hobi atau kesukaan kita.

Bagaimana jika pekerjaan yang saya kerjakan saat ini bukanlah passion saya, bukan panggilan saya atau bukan hobby saya ? Baiklah jika memang pekerjaan yang saat ini Anda kerjakan bukanlah pekerjaan yang menjadi passion Anda, peganglah kalimat kedua, ”Cintailah apa yang Anda kerjakan.”

Yakub menyukai pekerjaannya di rumah Laban sebagai seorang penggembala domba, sekalipun mungkin Yakub tidak terbiasa menggembala domba. Ketika ia berada di rumah Ishak ayahnya, Alkitab mencatat dalam Kejadian 25: 27, “Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu,seorang yang suka tinggal di padang,tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.” Jadi kemungkinan Yakub belum terbiasa bekerja sebagai penggembala domba. Namun keadaan menjadi lain ketika ia menjadi seorang pelarian dan harus bekerja di rumah Laban sebagai seorang penggembala domba. Keadaan hidup yang lama berubah, hobby berubah, (jadi tukang masak/koki kini menjadi gembala)  dan hal itu juga memaksa hati Yakub untuk berubah. Yang awalnya tidak biasa menjadi penggembala domba kini ia harus menggembala domba. Yakub mencintai yang ia kerjakan.

Sudahkah Anda mengerjakan apa yang anda cintai dan mencintai apa yang anda kerjakan? Jika Anda belum menemukan apa yang Anda cintai untuk Anda kerjakan, saat ini dan di sini cintailah apa yang Anda kerjakan. Mereka yang bekerja dengan cinta tidak mengenal kata LELAH.  Apa pun profesi kita, marilah kita mengerjakan semua pekerjaan yang dengan cinta.

Bagaimana caranya bekerja dengan cinta?

Sadari Allah yang Memberi Rencana dan Tanggung Jawab dalam Pekerjaan

Yakub memang menjadi seorang pelarian dan bekerja di rumah Laban. Yakub harus mengerjakan apa yang sebelumnya bukan menjadi pekerjaannya. Bahkan mungkin tak pernah ada dalam pikiran Yakub untuk bekerja menjadi gembala. Tetapi jauh sebelum Yakub merencanakan hidupnya, Allah telah terlebih dahulu memiliki rencana dalam hidup Yakub. Bahkan sejak di dalam kandungan (Kejadian 25).

Selanjutnya Allah kembali menegaskan kepada Yakub bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar. Bacalah Kejadian 28 tentang mimpi Yakub di Betel. Kejadian 25:15, “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.

Keberadaan Yakub di rumah Laban, bekerja menjadi gembala domba adalah bagian dari rencana Allah. Untuk maksud yang lebih besar. Yakub sadar bahwa Allah memiliki rencana dalam hidupnya bahkan sekalipun ia harus mengerjakan apa yang bukan menjadi rencana dalam hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *