Khotbah Perjanjian Lama

Bekerja dengan Cinta

Apakah Anda sadar bahwa dibalik pekerjaan yang saat ini Anda kerjakan adalah bagian dari rencana Allah dalam kehidupan Anda ? Jika kita menyadari hal itu marilah kita mengerjakan pekerjaan kita dengan penuh tanggung jawab bukan asal-asalan, atau sekadar karena upah.

Dalam Yohanes 6:27 Tuhan Yesus berkata, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Tuhan Yesus menegaskan kepada para murid dan orang-orang yang mengikutinya, bahwa mereka harus bekerja bukan hanya untuk urusan perut saja. Urusan upah dan sebagainya tetapi bekerja untuk kehidupan yang bernilai kekal. Bekerja untuk menyatakan kemuliaan Allah, bekerja untuk menggenapi rencana Allah. Tuhan Yesus juga berkata dalam Yohanes 4:34, ”Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Tuhan Yesus tahu dengan jelas bahwa kehadiran-Nya di dunia yang mengambil rupa sebagai manusia adalah untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan Bapa-Nya. Itu sebabnya ketika Ia digoda Iblis di padang gurun, Ia dengan tegas menolak,  ketika Ia sedang diseruhkan untuk dirajakan Ia berkata “kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”. Bahkan saat-saat malam menjelang kematian-Nya IA TETAP TAK MENGHINDAR Ia tahu bahwa pekerjaan yang dikerjakan-Nya adalah rencana Bapa atas diri-Nya. Rencana Bapa atas diri-Nya adalah kematian-Nya di kayu salib. Sekalipun Ia harus menderita, ditolak, dihina dan dipermalukan, Ia tetap mengerjakan pekerjaan Bapa-Nya.

Apakah Saudara sudah menyadari bahwa pekerjaan yang Anda kerjakan saat ini adalah bagian dari rencana Allah dalam hidup Anda? Bagaimana jika dalam rencana-Nya ada penderitaan, beban, dan hal-hal yang sulit? Apakah Anda siap? Sudahkah Anda melakukan pekerjaan itu dengan bertanggung jawab? Marilah kita mengerjakan pekerjaan ini dengan cinta. Marilah kita bekerja bukan hanya untuk sesuatu yang dapat binasa (uang, makanan, jabatan dsb)  tetapi untuk sesuatu yang bernilai kekal. Pikirkanlah pekerjaan apa yang akan Allah genapi dalam diriku ?

Amin.  Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *