Khotbah Topikal

Belas Kasihan yang Menyembuhkan

Belas Kasihan yang Menyembuhkan

Pdt. Em. Stefanus Semianta

2 Raja-Raja 55:1-14; Mazmur 30 ; 1 Korintus 9:24-27; Markus 1:40-45

 

Banyak orang Kristen merasa sudah banyak berdoa dan berusaha mendapat kesembuhan untuk orang yang dicintai atau dirinya sendiri, namun belum mendapat kesembuhan.  Sampai pada titik ini, banyak orang menjadi putus asa.  Umat Tuhan terkasih, suatu penyakit dalam kehidupan kita ketika diupayakan penyembuhannya, ada yang sembuh  dan ada yang tidak.  Tuhan memiliki berbagai cara untuk menyatakan kemuliaan dan belas kasih-Nya kepada umatNya.

 

Bahkan ada yang sakit permanen (tidak bisa sembuh), namun ketika tidak menyerah kepada keadaan dan terus berjuang keras mengatasi keterbatasannya, setelah memperoleh perlengkapan yang cukup, dapat berkarya secara ajaib, bahkan melebihi orang normal.  Contohnya: Helen Keler, penulis dan pencipta ribuan lagu rohani serta pemerhati para penyandang cacat tunanetra dan tuli sedunia.  Saat usia 19 bulan ia terserang demam tinggi yang mengakibatkan kebutaan dan tuli seumur hidup.  Namun pertemuannya dengan Any Sulivan telah mengubah hidupnya.  Any Sulivan  membimbingnya sehingga dapat berbicara dan memperkenalkannya dengan suatu perguruan tinggi  yang kemudian  menerimanya sebagai mahasiswa.  Di kemudian hari Helen Keler menjadi seorang penulis terkenal, buku-bukunya diterjemahkan ke dalam 50 bahasa dunia, menjadi penceramah terkenal di 17 negara dan penyandang dana banyak anak yang menderita tuna rungu dan tunanetra.  Hidupnya telah menyatakan belas kasih Allah kepada banyak orang yang merindukannya.

 

Fenomena ini banyak terjadi dalam kehidupan sementara  orang percaya pada akhir-akhir ini dan mejadi alat Tuhan menyatakan kuasaNya.  Allah bukan menyembuhkan mereka tetapi melengkapi mereka yang cacat permanen dengan karunia khusus sehingga mereka mampu melakukan hal-hal yang sering kali melampaui orang normal.  Banyak orang sering tejebak pada cara penyembuhan dan pribadi manusia yang diidolakan.  Padahal Tuhan bisa bekerja degan berbagai macam cara.  Namun jangan kita melihat figur orangnya sehingga kita  terjatuh dlm kesalahan.  Tetapi, pandanglah Tuhan yang hidup dan berkuasa untuk menyatakan belas kasihan-Nya yang menyembuhkan.

 

Lihatlah cerita Naaman dalam  2 Raja-Raja 5:1-14. Beriman kepada Tuhan,  yang utama adalah percaya pada kuasa Tuhan.  Tuhan Allah bisa memakai siapa saja, dan berbagai macam cara untuk menyembuhkan umatNya.  Ada 5 orang diperkenalkan dalam episode narasi ini: istri Naaman, hamba perempuan Israel dari istri Naaman, Naaman sendiri, Raja Aram majikan Naaman dan Raja Israel. Empat orang pertama berkenaan dengan penyakit kusta Naaman sepakat atas saran hamba perempuan Israel tersebut, mendukung permintaannya agar Elisa melalui  Raja Israel membantu menyembuhkan Naaman. Tetapi Raja Israel tidak berdaya bahkan malah mencurigai hal itu merupakan tipu muslihat belaka dari  Raja Aram.  Mendengar hal itu Elisa nabi Allah menasehati Raja Israel: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?” “Biarlah ia datang kepadaku , supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel” (ayat 8). Lalu Naaman datang kepada Elisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *