Renungan

Belas Kasihan

Belas Kasihan

 

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

(Amsal 19:17)

 

 

Ada sebuah kalimat menarik yang dilontarkan oleh Mahatma Gandhi,  tokoh besar India, “The world has enough for everyone’s need, but not enough for everyone’s greed” (Dunia ini cukup bagi kebutuhan semua orang, tetapi tidak cukup untuk keserakahan semua orang).” Akibat keserakahan ini ada hak-hak kehidupan orang lain yang terampas. Alam merana karena eksploitasi habis-habisan. Sebagian manusia menangis karena kelaparan dan kehausan. Ya, kita menyaksikan keserakahan setiap hari yang dapat berdampak buruk pada alam dan kemanusiaan.

 

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu” (Amsal 19:7). Di tengah persaingan hidup, beberapa orang terjatuh dalam keserakahan. Memikirkan dan mengumpulkan kebutuhan diri secara berkelebihan. Keserakahan tidak memberi ruang untuk kebutuhan orang lain.

 

Amsal ini mengajarkan sebuah gaya hidup yang kontras dengan keserakahan. Jika keserakahan hanya memikirkan meraih sebanyak mungkin bagi diri sendiri, maka Amsal ini mengajak kita untuk menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah.

 

Mengapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah? Amsal ini menegaskan siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah sedang memiutangi Tuhan. Memiutangi Tuhan berarti menjadi kepanjangan tangan pemeliharaan-Nya bagi orang yang lemah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *