Khotbah Perjanjian Lama, Renungan Berjalan bersama Tuhan

Belum Cukupkah Kamu.

Seperti bagian yang baru saja kita baca dalam perenungan Alkitab kita. Bagian yang barusan kita baca adalah bagian yang akan memberikan pelajaran bagi kita tentang apa yang sudah kita terima dan dampaknya bila kita salah meletakan sebuah posisi dalam hidup ini. Mungkin kisah ini cocok bila diberi judul “makar di tengah Padang Gurun Paran”

a. Tokoh yang terlibat

Ada 3 kelompok besar dalam cerita ini, yaitu: pertama: Musa dan Harun sebagai kelompok yang dilengserkan, Orang lewi dan Suku Ruben adalah kelompok pemberontak alias oposisi dan ketiga adalah follower (pengikut) dari kelompok pemberontak.

b. Macam pemberontakan

Lalu mengapa mereka memberontak kepada Musa dan Harun.
  • Apakah Musa dan Harun melakukan tindakan amoral?
  • Apakah Musa dan Harun melakukan tindakan pencemaran nama baik sehingga merugikan bangsa Israel?
  • Apakah Musa dan Harun melakukan tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau penyelewengan yang difirmankan oleh Allah?
Korah memberontak kepada Musa dan Harun bukan pada masalah moral tapi karena sebuah Jabatan, kita bisa mengetahuinya tujuan atau yang melatar belakangi pada ay ke 10 … dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? Itulah perkataan Musa kepada orang Korah.

Siapakah Korah Bin orang Lewi itu?

Korah adalah satu kelompok dari suku Lewi, bukankah suku Lewi adalah satu suku yang juga dikhususkan oleh Allah. Setidaknya terdapat 4 Pasal yang berbicara khusus tentang suku Lewi ini, yang ditugaskan untuk melayani masalah peribadatan di Kemah Pertemuan. Pada ayat ke 9 dan dan ayat ke 10 a.

Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi?

Semenjak ada pademi covid 19 ini, semua pelayanan gerejawi seakan dimaksimalkan, dan dikerjakan dengan serius. Terutama pada pelayanan ibadah minggu. Setiap orang yang bertugas adalah orang-orang pilihan. Demikian pula dengan pemberita Firman Allah. Biasanya mereka adalah orang-orang pilihan bila bukan pendeta senior atau orang yang memiliki pengaruh di tengah jemaat.

Seorang pendeta muda yang cukup saya kenal baik, sempat menelepon saya, menanyakan apakah saya juga melayani di pemberitaan khotbah, sebab kawan saya ini mengeluh bahwa dia tidak lagi mendapatkan tugas melayani khususnya dalam khotbah minggu pada jemaat umum, tidak terjadi seperti sebelum masalah pandemi melanda, dan gereja mulai mengunakan ibadah online, dia sering memimpin pemberitaan Firman (berkhotbah)

Kemudian kawan saya ini mulai mengeluh tentang gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh gembala seniornya, gaya khotbah dan eksposisi khotbahnya hingga ke masalah pribadinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *