Khotbah Perjanjian Lama, Renungan Berjalan bersama Tuhan

Belum Cukupkah Kamu.

Seperti itulah yang terjadi antara Orang lewi dan Imam, mereka adalah kelompok yang sama-sama melayani Tuhan di kemah pertemuan dan sama sama dikhususkan oleh Tuhan, meskipun terdapat  tugas-tugas pokok yang berbeda, yang semuanya sudah diatur oleh Allah, agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam melakukan tugas.

Namun, Keiri-hatian terhadap jabatan imam, yang melatar belakangi tindakan dari orang lewi (korah) melakukan makar terhadap Harun. Dan Korah (orang Lewi), ini memandang rendah Harun sebagai orang yang dipilih oleh Allah.

Mungkin Korah melihat ada mungkin banyak tindakan yang kurang sempurna dimata kaum Lewi (Bil 12) atas kepemimpinan Harun sebagai Imam.  Bahkan, Korah melakukan upacara perbakaran, yang semestinya tidak boleh dilakukan oleh suku Lewi (baca : oleh Korah). Mungkin Korah berkata demikian: “gini saja, aku juga bisa, liatlah, aku lebih baik dari apa yang dilakukan oleh Harun kan, bukan? ”

Mengapa Suku Ruben memberontak kepada Musa?

Lalu bagaimana dengan suku Ruben (Datan-Abiram-On), mengapa mereka memberontak?

  • Apakah ada urusanya atau hubungan dengan keimaman dari Harun?
  • Apakah ada urusanya dengan jabatan pelaksaanan tugas di Kemah Pertemuan?
  • Apakah ada masalah dengan jabatan pelaksanaan tugas sebagai kaum Ruben, sebagai pemimpin dalam tugas perjalanan ke dua (Bil 10:18)?

Bila semua jawabanya adalah BUKAN, Lalu apa yang melatar belakangi dari tindakan pemberontakan ini.

Kita bisa melihat dalam ay 13-14, sebagai alasan mengapa tiga orang ini melakukan pemberontakan?

Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini?Kami tidak mau datang.”

Orang-orang Ruben, lebih tidak menyetujui kepemimpinan musa  menjadikan tuan atas kami … Sikap dari orang-orang Ruben ini ditandai dengan sikap tidak mau tunduknya atas panggilan Musa kepada mereka semua, … kami tidak mau datang (ay12).

Mereka mendasarinya dari apa yang mereka lihat, bahwa Allah tidak membawa kepada kita suatu daerah yang penuh dengan susu dan madu (Bil14).

Namun lebih jauh dari sikapnya itu, orang-orang Ruben, tidak mempercayai janji Allah saat membawa bangsa Israel ke tanah perjanjian, mereka ingin kembali ke Mesir.

Tidak mempercayai janji Allah, itu sama artinya dengan Allah tidak mempercayai pribadi Allah yang berjanji.

Tindakan yang salah ini akhirnya memprovokasi rakyat atau orang lain agar kembali ke Mesir dengan mencari dan mengajak 250 tua-tua sebagai pendukungnya (ay2). Berarti mereka telah membuat sebuah rencana yang struktur-sistematis dan masif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *