Khotbah Perjanjian Lama, Renungan Berjalan bersama Tuhan

Belum Cukupkah Kamu.

Dalam 1 korintus 12, itulah Rasul Paulus memberikan beberapa penjelasan tentang pokok-pokok pelayanan dalam gereja, pertama: bahwa tidak ada pelayanan yang rendah dan tinggi, semua memiliki kedudukan yang sama. Kedua: Bahwa semua pelayanan memiliki tujuan untuk membangun dan ketiga: pelayanan itu semua berasal dari Allah.

Pada Ayat ke, I korintus 12:26 … Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat. Itulah yang harus kita percayai dalam pelayanan ini saat memandang sebuah posisi dalam pelayanan, bahwa Allah menetapkan.

Kata menetapkan dalam bahasa Yunani adalah e-theto, yang merupakan kata serapan dari kata theos yang berarti Allah. Dari sini kita bisa mengerti sekarang bahwa menetapkan berarti Allah yang memilih dan memberikannya itu kepada kita.

Dalam sebuah kamus, kata e-theto (berasal dari kata: tithemi), diartikan seperti Allah memberikan anak pada sebuah kandungan.

Kita tahu bahwa orang yang mengandung seorang anak, berasal dari hubungan suami dan istri, namun yang memberikanya kehidupan seorang anak adalah Tuhan.

Nah sekarang kita tahu bahwa, posisi itu berasal dari Tuhan, dimana Tuhan melihat diri kita dan kualitas hidup kita. Dan Posisi bukan hanya sekedar bentuk dari prestasi yang kita raih namun adalah sebuah pengabdian dari anugerah, karena Allahlah yang memberikanya kepada kita.

Sama seperti seorang pelatih, dia mengetahui kapan waktunya pemain cadangan masuk dan menggantikan pemain di lapangan dalam sebuah pertandingan.

Apa yang akan terjadi bila seorang pemain memaksakan dirinya masuk? jawabanya sama seperti keponakan saya memasukan kancing baju bukan pada posisinya, yaitu akan terjadi kekacauan.

Karena Allah adalah yang menetapkan, maka kita tahu akan sifat Allah dalam hal menetapkan, bahwa itu adalah hak preogratifnya Allah. Kembali dalam kitab Bil 16:5-7, siapakah Musa dan Harun dalam keseharian, orang biasa, namun Allah-lah yang memilih (kata ibrani adalah bac-har = menetapkan) mereka berdua.

Pelajaran terbesar ketika Tuhan Yesus hendak memulai pelayanan, Dia harus berhadapan dengan Iblis. Tiga kali percobaan diujikan kepada Tuhan Yesus, menawarkan sebuah posisi, Tapi Dia berkata “sebab ada yang tertulis”, oleh sebabnya maka Bapa berkenan kepadaNya, sehingga langit terbuka dan berkata Inilah Anak KU yang Ku kasihi, kepadaNya aku berkenan.

Dan Salib adalah posisi yang terbaik bagi Yesus, sehingga dalam perkenanannya Allah, tertulis Allah sangat meninggikan Dia dalam sebuah posisi yang tinggi dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan lidah mengaku: Yesus kristus adalah Tuhan.

(salam) Mari kita lakukan bagian kita dengan sepenuh hati-segenap jiwa-semua kekuatan kita, sebagai bentuk pengabdian kita kepada Tuhan, bila kita mendapatkan bagian kita saat ini maka itu adalah bentuk dari pemberian bukan hanya sebuah prestasi. Mari kita lakukan bagian kita dalam sebuah ketaatan dan kerendahan hati di dalam Tuhan yang telah memberikanya posisi pada saat ini kepada kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *