Renungan Berjalan bersama Tuhan

Berbagi untuk Orang Lain

Berbagi untuk Orang Lain

Lukas 10:25-37

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Bonny seorang yang pendiam. Wajahnya imut-imut sekalipun sudah menginjak usia dewasa. Sayangnya, wajah imut kerap menjadi sasaran empuk orang-orang yang jahat dan tidak bertanggung jawab. Ketika Bonny berjalan di pasar loak, tiba-tiba ia dihadang sekelompok remaja berandal. Dengan ketakutan dan gemetaran, Bonny menyerahkan semua barang yang dibawanya: dompet, jam tangan, cincin kawin, bahkan kacamata minusnya. Dalam waktu singkat semua barangnya ludes, ia termenung sendirian di pinggir jalan. Dengan tubuh yang masih gemetar, ia mencoba mencari bantuan. Melalui penglihatannya yang kabur, ia merasa melihat sahabatnya, John, di kejauhan. Ia melambai-lambaikan tangannya, tetapi orang itu berlalu begitu saja! Lalu, ia berteriak memanggil nama John dan meminta tolong. Namun, orang itu tidak menggubrisnya. Ia hanya mendapat tatapan aneh dari orang-orang yang lewat. Ia semakin kebingungan, malu, dan tidak dapat berbuat apa-apa karena yang tersisa padanya hanyalah pakaian yang melekat di tubuhnya.

Dalam kebingungannya itu, tiba-tiba seseorang merangkulnya. Ternyata itu Samgar, rekan kerjanya yang sangat dibencinya. Samgar kerap mempermalukan dirinya di hadapan rekan-rekan kerjanya dengan mengata-ngatainya dengan berbagai sebutan yang tidak pantas. Namun, saat itu ia tidak menyangka bertemu Samgar yang menawarkan bantuannya. Samgar membantunya menyeberang jalan dan mengantarnya ke optik untuk membelikannya sepasang kacamata baru. Hari itu, anggapannya tentang Samgar berubah total. Ia menemukan sosok sahabat di dalam diri Samgar. Dengan terharu, Bonny bertanya kepada Samgar, “Mengapa kamu lakukan ini?” Samgar menjawabnya dengan menyebutkan ayat hafalannya dari Lukas 10:33, “Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” Saat merenungkan ayat itu, Samgar berdoa, “Tuhan, jadikan aku seperti orang Samaria yang murah hati dan mau berbagi kasih dengan siapa pun.” Ternyata siang itu juga Tuhan mempertemukan dirinya dengan Bonny. Padahal menurutnya, ia tidak sengaja melewati pasar loak, yang jarang dilaluinya karena macet. Kerinduan Samgar untuk meneladani orang Samaria, terjawab dengan kesempatan menolong Bonny. Tuhan itu luar biasa! Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, jadikan aku seperti orang Samaria yang baik hati, yang bersedia menolong siapa pun dalam keadaan apa pun, tidak mementingkan diri sendiri atau mengharapkan imbalan. Ajarlah aku untuk mengasihi dengan tulus hati. Berilah aku kepekaan untuk mengetahui orang yang membutuhkan pertolongan, baik dalam pekerjaan maupun di lingkup pelayananku.
  2. Tuhan, buatlah kami peka terhadap lingkungan sekitar kami sebagai gereja-Mu. Mereka yang tinggal di sekitar gedung gereja, tukang becak yang menunggu penumpang di depan gereja, tukang parkir yang membantu mengatur kendaraan jemaat. Kadang kala mereka dijadikan komunitas yang tersingkir dan kurang diperhatikan. Jadikan kami pemerhati mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *