Khotbah Perjanjian Baru

Berdamai dengan Diri Sendiri

Oleh: Pdt. Ruth Retno Nuswantari

1 Korintus 4:1-5

Di sebuah gereja, ada seorang yang hobby-nya mengkritik orang lain, apa saja, mulai dari khotbah, dekorasi, LCD, alat musik, dll semua dikritik. Suatu hari dia tersinggung karena ditegur, lalu pindah ke gereja lain. Di sana hanya beberapa bulan pindah lagi karena di sana pun dia tidak puas, demikian seterusnya, entah sudah berapa puluh gereja ia datangi, masih saja belum puas. Orang yang seperti ini sebenarnya belum berdamai dengan dirinya sendiri, karena itu ia akan selalu melihat kesalahan di dalam segala sesuatu.

Paulus menghadapi orang-orang yang demikian di jemaat Korintus. Mereka menuntut orang lain, terutama hamba-hamba Tuhan untuk sempurna. Harus fasih berbicara, harus ramah, harus pandai, dst. Mereka juga mengkritik semua hal yang mereka anggap kurang. Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang memantulkan ketidakpuasan mereka terhadap diri mereka sendiri.

Ketika kita menuding orang lain, sebenarnya kita sedang menuding diri kita sendiri, dan apa yang kita lihat tidak beres dalam diri orang lain sebenarnya merupakan pantulan ketidakpuasan kita terhadap diri kita sendiri.

Kita merasa tidak puas dengan ketidak sempurnaan kita, karena Tuhan menciptakan kita dengan sebuah kerinduan akan kesempurnaan, tetapi fakta di dalam dunia yang berdosa ini tidak ada yang sempurna kecuali Allah. Maka sejak dosa masuk ke dalam kehidupan manusia, tidak ada seorang pun yang secara natural bisa berdamai dengan dirinya sendiri.

Orang yang belum berdamai dengan dirinya sendiri, sulit sekali bergaul apalagi bekerja sama dengan siapapun, termasuk dengan dirinya sendiri.

Tidak heran jika mereka, walaupun berada di tengah-tengah kerumuman orang banyak, jauh di dalam lubuk hatinya selalu merasa kesepian. Karena itu, sangat penting untuk memasikan bahwa kita sudah berdamai dengan diri sendiri.

Ciri-Ciri Orang yang Belum Berdamai dengan Tuhan

  • Malu dengan keberadaan, masa lalu, latar belakang, kelemahan-kelemahan diri sendiri, sehingga harus ditutup-tutupi, atau sebaliknya, merasa hebat dengan kelebihan-kelebihan diri dan marah jika orang lain tidak menghargai, atau menunjukkan kelemahannya.

  • Merasa minder ketika berhadapan dengan orang yang punya banyak kelebihan dan merasa kesal ketika berhadapan dengan orang yang banyak kekurangannya,

  • Menjadi sombong ketika berhasil melakukan sesuatu dan putus asa ketika gagal,

  • Mudah melihat kesalahan orang lain tetapi sulit melihat kesalahan diri sendiri

  • Terlalu takut menyakiti orang lain sehingga cenderung menuruti semua kemauan orang lain, atau sebaliknya melawan semua orang.

  • Mudah tersinggung dan tidak bisa menerima kritik.

  • Selalu merasa tidak aman sehingga harus melindungi diri dengan memasang jarak secara psikologis dengan semua orang .

Ciri-Ciri Orang yang Sudah Berdamai dengan Dirinya Sendiri

1. Menilai diri berdasarkan pendapat Tuhan, bukan pendapat manusia

Bagi orang yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri, apa pendapat orang lain tentang dirinya tidak membuatnya goncang, sebab ia mendasarkan penilaian atas dirinya kepada pendapat Tuhan, bukan pendapat orang lain, bahkan bukan pendapat dirinya sendiri. Oswald Smith dalam bukunya “Orang yang dipakai Allah” berkata, “Kalau kita tahu siapa kita di dalam Kristus, maka kita tidak akan berusaha untuk mengetahui pendapat dunia tentang kita, tetapi kita akan mencari tahu apa pendapat Allah tentang kita, sehingga selubung yang menyembunyikan kita dari Allah akan dibongkar, dan rahasia kehendakNya dalam diri kita akan terlaksana sehingga DIA benar-benar nyata dalam hidup kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *