Renungan Berjalan bersama Tuhan

Berilah Belas Kasihan

Berilah Belas Kasihan

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita” (Amsal 14:21).

Sejak manusia tidak mampu melakukan kebenaran, kebaikan, kekudusan, keadilan, dan kasih yang sempurna dalam dirinya, maka seluruh tingkah laku manusia menjadi “aneh” dalam artian setiap orang bisa bertindak semaunya sendiri, yang penting saya senang, puas, bahagia, dan sebagainya. Semua itu saya lakukan untuk dinikmati sendiri, tidak peduli dengan pihak lain, sekalipun pihak lain merasa dirugikan, disakiti, atau diacuhkan. Dengan sikap demikian, maka manusia sudah kehilangan kemuliaan Allah, seperti yang dikatakan Paulus. Manusia sudah tidak mampu lagi melakukan kebenaran di dalam dirinya. Manusia dalam relasinya dengan orang lain dapat memilih dan memilah, siapa saja yang akan menjadi relasi dalam kehidupan pribadinya, yang menguntungkan akan dicari, tetapi yang merugikan, merepotkan, atau membebani, akan ia singkirkan.

Secara umum dan kasat mata, kita sering melihat bahwa status sosial menjadi ukuran atau standar seseorang bergaul dengan orang lain. Orang yang berada dalam tingkat strata sosial yang tinggi, akan mudah menjalin relasi dengan sesamanya yang kaya. Dengan para konglomerat, ia bisa bercanda ria, tertawa terbahak-bahak, memperlihatkan sorot mata yang penuh sukacita dan tanpa perasaan sungkan. Sebaliknya, terhadap kelompok strata ekonomi yang rendah, diperlihatkan sorot mata yang merendahkan atau sikap yang dingin dan acuh tak acuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *