Renungan Berjalan bersama Tuhan

Berkat Allah Melalui Aku

Berkat Allah Melalui Aku

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kejadian 30:25-43

Pengakuan mengandung makna dan nilai yang luar biasa, bahkan memberikan dampak yang sangat luas bagi mereka yang terkait. Oleh karena itu, dalam dunia peradilan, sebuah pengakuan yang benar mendapat nilai yang sangat tinggi. Pengakuan terhadap realitas yang sesungguhnya menjadi kesaksian yang dijunjung tinggi. Demikian juga dengan pengakuan Laban. Ia berkata, “Sekiranya aku mendapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa Tuhan memberkati aku karena engkau” (Kejadian 30:27). Itulah pengakuan jujur dari Laban, paman Yakub, setelah Yakub menipu Esau mengenai hak kesulungan sehingga Berkat Sulung dari Ishak turun kepada Yakub. Hal itu membuat Esau sangat marah dan berniat membunuh Yakub. Sebelum Esau melakukan hal itu, Yakub pergi meninggalkan ayahnya dan ibunya ke Haran, tempat Laban tinggal. Yakub bekerja dua puluh tahun lebih bersama Laban. Tuhan sangat memberkati pekerjaan Yakub, menyertai pekerjaan Yakub karena ia bekerja keras dengan sungguh-sungguh. Kerja keras saja tidak cukup, karena yang terpenting adalah sikap hati yang jujur di hadapan Allah dan sesamanya.

Yakub berkata, “Kejujuran akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku” (Kejadian 30:33). Suatu pengakuan Yakub yang jujur dan terbuka mengenai sikap dan cara kerjanya. Salah satu nilai yang paling pokok dan paling penting dalam dunia kerja adalah kejujuran! Sikap ini bukan dilakukan sesekali saja, tetapi di sepanjang hidup seseorang. Dari muda dan dari sejak awal Yakub bekerja dengan modal kejujuran. Kejujuran itu menjadi dasar dalam seluruh pekerjaan yang dilakukannya, dalam keputusan yang diambilnya, dalam berelasi dengan orang lain, dan dalam memperlakukan semua pegawainya. Kejujuran yang dilakukan itu mempunyai dampak yang luas dan panjang atau akibat di masa mendatang. Kejujuran itu akan terbukti “di kemudian hari”. Dengan demikian, kejujuran itu tidak bisa berhenti dan dihentikan dalam keseluruhan hidup kita. Kejujuran itu terus berjalan seiring berjalannya hidup dan kerja kita.

Di situlah Allah memberkati pekerjaan Yakub dengan sangat berlimpah. Berkat itu bukan saja pada Yakub secara pribadi, tetapi juga sampai pada Laban yang menjadi tuannya. Laban berkata, “Tuhan memberkati aku malalui engkau.” Perkerjaan yang dilakukan dengan kejujuran dan sikap takut akan Tuhan pasti mendatangkan berkat-berkat Allah yang melimpah, bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain yang bisa ikut menikmati berkat Allah sehingga akhirnya memuliakan Allah. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ketika aku bekerja dan terus berjalan dalam aturan-aturan kerja-Mu, etika yang ada dalam kebenaran firman-Mu; menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, kebaikan, dan kekudusan, maka di sana Tuhan akan senantiasa memberkati dengan limpahnya. Pimpinlah pekerjaanku agar bukan hanya mendatangkan keuntungan pribadi, melainkan juga bisa menjadi berkat bagi orang lain.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja untuk terus-menerus mengingatkan semua anggota jemaat yang melakukan bisnis apa pun agar cara dan etika yang mereka pakai tidak sama dengan cara-cara dunia, yakni asal mendapatkan keuntungan tidak masalah. Pimpinlah gereja untuk terus menyatakan kebenaran etika kerja yang takut akan Tuhan. Bagaimana cara yang benar untuk mendapatkan keuntungan biarlah itu menjadi pergumulan umat Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *