Khotbah Perjanjian Lama

Berkat bagi yang Bersandar Pada-Nya

Penyertaan Allah dalam Yesus kepada kita umatNya adalah berkat Tuhan yang ajaib, yang memberi ketenangan dan damai sejati kepada kita.

Melihat Kemuliaan Allah

Dalam hidup taat dan bersandar pada Tuhan, Daniel melihat kemuliaan Allah nyata dalam hidupnya. Apa saja kemuliaan Allah yang Daniel lihat dan alami? Ia selamat dari kematian di gua singa. Singa-singa yang ganas bukan saja terkatup mulutnya tapi mereka menjadi jinak. Ini adalah pertolongan Allah yang ajaib dalam hidup Daniel. Dan kejadian ini menunjukkan betapa kemuliaan Allah nyata dalam hidup Daniel. Ia dengan mata kepalanya sendiri melihat kemuliaan Allah terjadi dalam hidupnya.

Kemuliaan Allah juga ditunjukkan dengan Daniel melihat musuh-musuhnya menerima keadilan dari Tuhan. Tuhan menolong Daniel sehingga bukan Daniel yang dimakan singa-singa, tetapi justru musuh-musuhnya dan keluarganya yang menjadi makanan bagi singa-singa yang lapar itu.

Juga kemuliaan Allah terlihat saat raja Darius kemudian membuat surat keputusan yang meninggikan Allah Israel. Daniel menyaksikan bagaimana Allah yang disembahnya ditinggikan diantara orang-orang yang tidak mengenalNya. Raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa dan bahasa yang mendiami seluruh bumi, ”Bersama ini kuberikan perintah, bahwa diseluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya, pemerintahanNya tidak akan binasa dan kekuasaanNya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat dilangit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa” (Daniel 6:27-28).

Kemuliaan Allah seperti ini dilakukan Allah berulang-ulang dalam sejarah umatNya yang hidup bersandar kepadaNya:

Pada zaman Nuh, Allah menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari hukuman air bah terhadap manusia berdosa.

Pada jaman Yusuf, Allah menolong Yusuf secara ajaib. Ia dijual ke Mesir oleh saudara-saudaranya sebagai budak tetapi Allah membuatnya menjadi penguasa di Mesir

Bangsa Israel ditolong Allah dengan dikeluarkan dari perbudakan di Mesir yang sudah berlangsung ratusan tahun. Kemuliaan Allah nyata melalui kemenangan dan hukuman-Nya atas Firaun dan dewa-dewa Mesir. Kemuliaan Allah juga terlihat melalui membelah air laut Teberau sehingga bangsa Israel dapat menyeberang dengan selamat dan terlepas dari kejaran Firaun dan tentara Mesir.

Allah menunjukkan kemuliaanNya melalui membawa kembali bangsa Israel yang di tawan di Babel ke tanah Kanaan.

Kemuliaan Allah yang yang sejati yang Allah nyatakan kepada manusia ialah melalui Yesus Kristus datang ke dunia. Ia menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan dosa dan hukuman maut. Dengan kehidupan-Nya yang sempurna tanpa dosa, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, Ia menyelamatkan orang-orang pilihan-Nya. Dengan kita hidup menjadi saksi Kristus, berarti kita hidup memancarkan kemuliaan Allah yang sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *