Khotbah Perjanjian Lama

Berkat bagi yang Bersandar Pada-Nya

Suatu kali ada pengantin baru yang tinggal di Amerika pergi honey-moon mengelilingi Amerika. Salah satu acara yang mereka adakan adalah mengikuti kapal pesiar beberapa hari. Saat dalam perjalanan dengan kapal di tengah lautan, ombak besar mengombang-ambingkan kapal mereka. Para penumpang semuanya menjadi ketakutan. Termasuk sang istri yang lagi honey-moon tersebut. Tapi yang mengherankan bagi si istri tersebut, ia melihat suaminya tenang-tenang saja.

Lalu dalam ketakutannya, sang istri berteriak kepada suaminya yang tetap duduk tenang meskipun ada badai besar mengombang-ambingkan kapal mereka. ”Hai suamiku, kenapa engkau tenang-tenag saja? Lihat ombak lautan yang begitu besar. Mungkin kapal kita segera akan tenggelam ke dalam lautan. Engkau dan aku akan mati jika kapal ini tenggelam!” Menanggapi perkataan istrinya, sang suami tiba-tiba mengambil dari tas nya sesuatu barang. Apa yang diambilnya? Rupanya ia mengambil sebuah pistol dari tasnya. Lalu ia menodongkan pistol tersebut kemuka istrinya sambil berkata,”Kamu takut tidak?” Istrinya spontan berkata, ”Ya tidak takutlah. Kamu kan mencintaiku. Maka pasti kamu tidak akan berbuat jahat kepadaku.” Lalu suami itu memasukkan kembali pistolnya ke tasnya. Dan ia berkata kepada istrinya, ”Ya itulah alasan kenapa aku tetap tenang-tenang saja di tengah badai ini. Seperti pistol ini ada di tanganku dan tidak mungkin aku gunakan untuk mencelakai orang yang aku kasihi. Demikian juga Tuhan yang mengendalikan angin badai dan ombak ini. Ia mengasihi kita, maka Ia tidak mungkin akan berlaku tidak baik kepada kita. Baik kapal ini selamat sampai di tujuan, ataupun terjadi sesuatu yang lain, semuanya ada dalam kendali Allah yang dalam Yesus sangat mengasihi kita.” Penjelasan sang suami tersebut membawa sang istri menjadi tenang hatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *