Khotbah Perjanjian Baru

Bertahan Menghadapi “Strategi Mata Koin”

Bertahan Menghadapi “Strategi Mata Koin”

Oleh Andrea

Efesus 6:10-20

Waktu saya SMP salah teman-teman genk saya pernah memperkenalkan sebuah strategi bagaimana mendapatkan pacar.  Mereka menyebutnya “strategi anak domba”.  Mereka berkata, “Andrea, kalau kamu mau cepet punya pacar gampang.  Langkah pertama tentukan targetnya, cari cewek tapi adik tingkat, lebih gampang bila cewek itu ga pernah pacaran.  Selanjutnya deketin, perhatiin dikit, teleponin, kasi-kasi barang.  Terus luluhkan hatinya dengan sesuatu yang romantis.  Dan tinggal “tembak” dia.  Pasti cewek itu bakal takluk.”  Akhirnya saya mengerti kenapa namanya strategi anak domba.

Itulah strategi.  Strategi dibuat seseorang untuk menaklukkan lawannya.  Untuk menaklukkan kecengan perlu pake strategi, untuk bisnis maju perlu pake strategi, untuk menjatuhkan musuh perlu pake strategi, semakin pandai seseorang membuat strategi semakin mudah seseorang menaklukkan lawannya.

Hari ini juga kita akan banyak berbicara mengenai strategi.  Sayangnya kita tidak akan membahas strategi untuk menaklukkan kecengan.  Tetapi ini mengenai strategi yang dipakai iblis untuk menaklukkan orang-orang percaya.

Penjelasan

Sejak dulu visi Kerajaan Kegelapan tidak pernah berubah, yaitu menghancurkan Kerajaan Allah.  Orang-orang yang memihak kepada Allah, tentu secara otomatis menjadi musuh iblis; dan mereka ini adalah orang-orang yang dibenci iblis.

Iblis sangat tidak suka kepada orang-orang yang hidup sungguh-sungguh bagi Allah.  Apalagi kalau mereka adalah orang-orang yang hidupnya begitu efektif dan produktif melayani Allah.  Orang-orang seperti ini adalah target utama yang harus iblis taklukan.  Bagi Iblis mereka harus dibungkam dan ditaklukan.  Yah, setidaknya dibungkam agar mereka berhenti merebut jiwa-jiwa yang terhilang.  Ditaklukkan agar mereka suatu saat tersandung dan kemudian meninggalkan Tuhan.

Dari masa ke masa Iblis menyusun strategi yang taktik yang jitu untuk menyerang dan menaklukkan musuh-musuhnya.  Salah satu strategi yang dikenalkan Paulus pada perikop ini saya sebut dengan istilah “strategi mata koin”.  Saya sebut strategi ini dengan istilah “mata koin” karena dalam strategi ini iblis menerapkan sekaligus dua taktik ampuh yang mematikan.

Apa itu taktiknya?  Kita akan melihatnya bersama.  Sisi yang satu adalah sebuah taktik yang disebut

  1. Tipu Muslihat

Di ayat yang ke 11b Paulus mengungkapkan bahwa Iblis menggunakan tipu muslihat untuk menjebak dan menjerumuskan orang percaya.  Ia sangat ahli dalam hal memanipulasi.  Iblis memang tidak mahatahu, tetapi ia tahu lebih banyak daripada manusia.  Ia tahu benar apa yang menjadi isi hati dan pikiran manusia.  Ia tahu benar apa yang menjadi kelemahan-kelemahan manusia, apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan manusia.  Ia sangat getol memperkenalkan kata “kompromi” kepada  dosa yang abu-abu.  Ia tahu benar bagaimana mengalihkan fokus seseorang kepada dunia dan kepuasan diri.  Ia tahu benar bagaimana caranya mengadu domba anggota gereja.  Ia amat pandai mengelola kemarahan menjadi kebencian yang mematikan.  Ia sudah menulis banyak buku, dan salah satu yang best seller adalah buku yang berjudul, “Bagaimana menjadi Kristen tanpa mengenal Kristus”.   Ia tahu benar bagaimana mengintimidasiorang-orang percaya, membuat orang-orang percaya merasa tidak pantas, tidak berharga, tidak mampu melayani Allah.  Berulang kali ia menyamarkan istilah kenyamanan dengan istilah “berkat”, sehingga membuat orang-orang percaya secara perlahan mulai lupa bahwa ia dipanggil untuk mencari jiwa yang hilang.  Bahkan Iblis tahu benar bagaimana menyulap pergumulan, sakit penyakit atau kekurangan – menjadi benih-benih keraguan akan Allah.  Itulah Iblis.  Ia punya gelar P.hd dalam hal manipulasi.

Paulus sendiri sudah memiliki segudang pengalaman mengenai tawaran-tawaran semu si penipu ulung: kenikmatan dosa, pengajaran-pengajaran palsu, kenyamanan dunia, kekayaan, jabatan, popularitas, intimidasi dan trik-trik jitu lainnya yang amat kreatif.

Inilah taktik iblis yang pertama, “tipu muslihat”.  Perlahan tetapi mematikan.  Memanipulasi keadaan sehingga kalau seseorang tidak berhati-hati, ia akan terjebak dan terjerat.

Sisi yang satunya adalah sebuah taktik yang disebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *