Renungan Berjalan bersama Tuhan

Bibir Benar Lidah Dusta

Bibir Benar Lidah Dusta

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.” (Amsal 12:19)

Amsal dengan tepat mengamati makna perkataan yang sangat penting. Kata-kata bisa keluar hanya melalui mulut dan lidah kita. Lidah sangat lentur, karena tidak bertulang, mempunyai fungsi tidak hanya sebagai indra pencecap tetapi juga pembentuk kata-kata. Kata-kata menjadi sarana berkomunikasi dengan orang lain. Lidah merupakan salah satu anggota tubuh yang kecil, tetapi fungsinya tidak dapat diremehkan. Itulah yang dijelaskan oleh Amsal, bahwa kita diminta untuk tidak sembarang mengeluarkan kata-kata dari mulut kita.

Orang yang menggunakan lidah dan bibir dengan baik, yaitu mengeluarkan kata-kata yang mengandung kebenaran, akan tetap untuk selama-lamanya. Artinya, perkataan orang itu akan dipegang orang lain menjadi suatu kepercayaan. Perkataan itu mempunyai otoritas atau kuasa untuk dituruti orang lain. Tak seorang pun meragukan kata-kata yang mengandung kebenaran. Orang yang bibirnya mengatakan kebenaran pasti akan dibuktikan dalam kenyataan yang benar pula. Perkataan dan realitas mengandung kebenaran, artinya memang benar dan apa adanya. Jika demikian, apa yang dikatakan oleh orang itu akan dipercaya.

Sebaliknya, lidah dusta hanya untuk sekejap mata. Ada syair lagu yang mengatakan, “Jangan ada dusta di antara kita.” Lagu ini mengingatkan agar jangan sekali-kali ada dusta karena akan sangat menyakitkan. Dusta menyembunyikan perbuatan dan tingkah laku yang tidak jujur dan tidak benar. Misalnya mencuri, selingkuh, manipulasi, tidak bertanggung jawab, dan sebagainya. Bibir dan lidah dusta tidak akan menghasilkan kebenaran baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Perkataan dusta tidak akan mempunyai otoritas atau kuasa. Orang yang berbuat demikian akan ditinggalkan orang lain. Perkataannya tidak akan dituruti dan dipercayai orang lain. Relasi itu hanya “sekejap mata”, artinya hanya satu kali orang berhubungan dengannya dan segera akan ditinggalkan. Orang tidak akan datang kedua kali. Mau jadi orang yang dipercaya? Lakukanlah segala hal tanpa dusta, mulai dari perkara-perkara kecil dan kemudian perkara-perkara besar, melalui bibir dan lidah yang jujur. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, sertai aku dalam berelasi dengan siapa pun, baik dengan pasangan, anak, orangtua, keluarga, maupun sesama di tempat kerja dan masyarakat. Semoga tidak ada dusta keluar melalui mulut dan lidahku. Oleh karena itu, tolonglah supaya aku jujur dalam pekerjaan dan pelayananku, karena begitu aku tidak jujur, di situlah mulai muncul dusta.
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja-Mu supaya kami mampu berkelakuan benar, baik, dan jujur, supaya mulut dan lidah ini bisa dipercaya dengan baik. Berkatilah kami semua yang bekerja atau berbisnis di mana saja—di kantor, toko, pasar, mal, atau plaza—agar semua yang kami lakukan dikerjakan dengan penuh kejujuran, sehingga tidak ada dusta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *