Khotbah Perjanjian Baru

Bijak dalam Bertindak

1 Korintus 8:1-13

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus…

Pertama-tama mari kita memerhatikan ayat 2,  “Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.” Perkataan ini adalah gambaran unik yang diberikan oleh rasul Paulus saat ia menasihati  jemaat di Korintus. Kata “sombong” secara harfiah berarti “menggembungkan dada.” Seakan-akan dada itu seperti balon yang dipompa sampai penuh [saya membawa balon dan meniupnya pelan-pelan hingga menjadi besar]. Seperti inilah orang yang menyombongkan pengetahuannya: menggembung, menjadi besar, indah dan kelihatannya wouw… namun kenyataannya hanya berisi udara saja alias kosong, cuma abab tok kata orang Jawa. Dan jangan lupa, balon yang menggembung besar itu kalau tersenggol sedikit saja bisa meledak; menghancurkan dirinya dan membahayakan sekitarnya. Demikianlah gambaran orang yang tidak bijak dalam menggunakan pengetahuannya. Mereka tidak hanya membuat dampak negatif pada dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak negatif  atau batu sandungan bagi orang lain. Oleh karena itu, marilah di awal tahun ini kita belajar bijak dalam bertindak dengan kasih yang membangun.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus… Dalam surat 1 Korintus pasal 8 ini rasul Paulus menyoroti hubungan yang erat antara pengetahuan dan kasih, teologi dan etika, doktrin dan kehidupan. Segala sesuatu yang telah dikatakan oleh orang-orang Korintus itu benar; mereka mempunyai teologi yang benar: a. Mereka mempunyai pengetahuan dan fakta-fakta yang hakiki tentang satu Allah yang sejati (ayat 1). b. Mereka tahu dengan tepat bahwa berhala-berhala itu tidak ada dan hanya ada satu Allah saja (ayat 4). c. Sehingga bagi mereka, memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala adalah sesuatu yang tidak hakiki, bukan hal benar atau salah – netral (ayat 8). d. Jadi, orang Kristen boleh makan dengan hati nurani yang bebas (ayat 9), karena “segala sesuatu halal [diperbolehkan] bagiku” (1Korintus 6:12;10:23).

Semua yang dikatakan oleh orang-orang Korintus ini sinkron dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Markus 7:15, “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Pengetahuan mereka itu ada kesesuaian dengan pengajaran Tuhan Yesus.

Namun, kekristenan itu lebih daripada sekadar doktrin (pengajaran) yang murni; kekristenan adalah kehidupan, kehidupan yang penuh dengan kasih. Sikap yang tidak mengenal kasih dari orang-orang Korintus itulah yang membuat mereka sombong. Mereka membanggakan diri mempunyai pengetahuan tentang Allah, mempunyai Roh dan dipenuhi dengan karunia-karunia-Nya – itu semua adalah kebohongan! Pengetahuan harus diimbangi dengan kasih; kalau tidak, “orang-orang kudus” (1Korintus 1:2) akan “berkepala besar” bukannya “berhati besar.” Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang pengkhotbah: “Ada orang Kristen yang bertumbuh, ada yang hanya membengkak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *