Renungan

Cabut Akar Kemarahan

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah.

Amsal 6:16-17

Idi Amin, Pol Pot, Saddam Hussein, Kim II Sung, Adolft Hitler, dan Joseph Stalin. Apakah Anda dapat menemukan persamaan di antara beberapa nama tersebut? Sejarah mencatat nama mereka yang berasal dari pelbagai bangsa ini dengan satu kesamaan, yakni mereka bertanggung jawab atas pembunuhan massal pada zaman pemerintahan mereka. Jumlah korban pun tak kepalang tanggung, ratusan ribu hingga puluhan juta nyawa.

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah” (Amsal 6:16-17).

Amsal ini mengingatkan kita untuk menghargai kehidupan, baik kehidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain. Kehidupan ini berharga sebab tidak mungkin diciptakan oleh manusia. Kehidupan ini adalah anugerah dari Sang Pencipta kehidupan. Tidak ada manusia yang berhak merusak nilai kehidupan ini dengan mengambil nyawa orang lain.

Kita mungkin tidak pernah melakukan tindakan pembunuhan. Namun, Guru yang agung itu pernah mengingatkan kita untuk waspada terhadap bahaya kemarahan. Tidak semua kemarahan akan membawa pada pembunuhan. Namun, salah satu akar utama tindakan pembunuhan adalah kemarahan. Mari kita memeriksa diri, jangan-jangan ada kemarahan terhadap seseorang yang tersimpan di dalam hati kita.

Cabut akar kemarahan sebelum menghasilkan buah pembunuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *