Khotbah Perjanjian Baru

Das  Rosenwunder

Das Rosenwunder

Pdt. Em. Stefanus Semianta

 

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

1 Korintus 13

 

Putri Elisabeth yang lahir di Bratislava pada tahun 1207 bukan  hanya berwajah  manis lembut, melainkan juga berhati manis lembut.  Ia murah hati dan suka memberi. Bahkan menurut suaminya, yaitu pangeran Ludwig, putri Elisabeth terlalu bermurah hati.  Mereka tinggal di puri Wartburg dan putri Elisabeth sering merasa prihatin dengan kehidupan keluarga para petani miskin di desa dekat puri itu. Walaupun dilarang oleh suaminya, putri Elisabeth secara sembunyi-sembunyi sering membawa roti dalam keranjang yang ditutupi mantel untuk dibagi di desa.

 

Tetapi pada suatu hari, menurut legenda, putri Elisabeth dipergoki pangeran Ludwig di tengah jalan: “Apa yang kamu bawa dalam keranjang itu?” bentak pangeran ludwig.  Putri Elisabeth kaget ketakutan, langsung ia bertelut ketakutan.  Dengan tangan gemetar ia memegangi mantelnya menutup keranjang itu. ”Apa isi keranjang itu?” bentak Ludwig sekali lagi.  Tiba-tiba putri Elisabeth mendapat akal untuk berbohong.  Dengan suara gemetar ia menjawab lirih, ”Bunga mawar, Pangeranku.”  “Pangeran Ludwig tahu bahwa  sebetulnya keranjang itu berisi roti.  Maka dengan  geram dihunusnya pedangnya, lalu dengan ujung pedang itu ia menyingkap mantel yang menutupi keranjang itu.  Keranjang itu pun langsung terbuka.  Apa isinya?  Sekuntum bunga mawar merah  yang segar dan indah.  Ajaib, roti dalam keranjang itu telah berubah menjadi mawar merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *