Khotbah Perjanjian Baru

Das  Rosenwunder

 

Keajaiban yang lain adalah memberi dengan cinta kasih bisa menjadikan orang berbahagia. Siapa yang jadi bahagia?  Bukan hanya orang yang menerima, tetapi terutama  yang memberi. Barangsiapa pernah mempunyai pengalaman memberi dari kekurangannya sebagai tanda kasih, ia mengalami bahwa justru dialah yang merasa berbahagia.  Pada saat itulah ia mengerti ucapan Tuhan Yesus dalam Kisah Para Rasul 20:35, ”Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”

 

Sebuah pemberian yang keluar sebagai ungkapan pelayanan kasih bisa menimbulkan keajaiban.  Sepotong roti keriput bisa menimbulkan senyum.  Sepotong roti keras bisa menimbulkan kegembiraan.  Sepotong roti kecil bisa menimbulkan pengharapan.  Sepotong roti kering bisa menimbulkan titik-titik air mata.  Air mata haru orang yang menerima dan air mata bahagia orang yang memberi.  Bukankah itu ajaib?

 

Sebab itu dalam puisi tentang kasih di 1 Korintus 13, Rasul Paulus bagaikan  bernyanyi  menyebutkan pelbagai keajaiban bahasa kasih. Kasih itu lemah lembut, sabar, sederhana.  Kasih itu murah hati, rela menderita, dan pada akhir tulisan itu, Paulus membuat kesimpulan tentang kasih: “ Demikianlah tinggal ketiga hal itu, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih” (1 Korintus 13:13).  ‘Yang paling besar’ adalah terjemahan dari kata Yunani ‘meizoon’ yang berarti ‘dahsyat, paling luhur, paling agung atau paling ajaib’.  Jadi ayat itu dapat diterjemahkan menjadi: yang paling ajaib adalah kasih.

 

Mungkin itu sebabnya lukisan cerita putri Elisabeth itu disebut Das Rosenwunder yang berarti Keajaiban Mawar.  Cerita itu memang diwujudkan dalam sebuah lukisan  besar di puri Wartburg.  Di Lukisan itu tampak putri Elisabeth sedang berlutut sambil memeluk keranjang.  Pangeran Ludwig duduk di atas kuda putih dengan ujung pedang menyingkap mantel penutup keranjang itu. Di keranjang itu tampaklah sekuntum bunga mawar segar berwarna merah menyala. Sungguh indah, sungguh ajaib.

 

Martin Luther pernah tinggal di puri itu selama sepuluh bulan. Entah apa pikiran Luther tiap kali melihat lukisan Das Rosenwunder yang penuh makna itu.  Mungkin ia berdiri lama tertegun memandangi lukisan itu.  Mungkin ia bergumam mengangguk-angguk dengan perasaan kagum, Der Wunder  grostest ist die Liebe!

 

“ Keajaiban terbesar adalah kasih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *