Khotbah Perjanjian Baru

Das  Rosenwunder

 

Dengan dongeng itu, dibuat untuk mengabadikan kebaikan hati putri Elisabeth dan diceritakan turun-temurun  untuk membawa pesan: cinta kasih bisa menimbulkan keajaiban, bahkan cinta kasih itu sendiri adalah keajaiban.  Kehidupan saling mencintai membawa keharuman akan nama Allah.

 

Keajaiban pertama adalah kenyataan bahwa memberi dengan cinta kasih lebih banyak terjadi di antara orang miskin. Bukan hal yang mengejutkan bahwa banyak orang justru menjadi kikir ketika ia menjadi kaya.  Memberi dari kekurangan adalah luapan hati. Bukankah itu merupakan suatu keajaiban bahwa orang bisa memberi walaupun ia sendiri kekurangan?  Pernahkah kita lakukan hal yang sama?  Ibu Teresa, pernah memberi sekantong beras kepada seorang petani beragama Hindu yg miskin sekali di pinggir kota Kalkuta India. Ia heran melihat bahwa tidak lama kemudian petani itu membawa setengah dari kantongnya itu keluar rumah.  Apa yang dilakukannya?  Ternyata petani Hindu itu memberikan  sebagian berasnya kepada seorang petani muslim yang lebih miskin lagi. Bukankah adegan ini memperlihatkan keajaiban kasih?  Ibu Teresa, misionaris yang hidup miskin, bisa membagi sebagian berasnya kepada petani Hindu yang lebih miskin, lalu orang itu membagi lagi beras itu kepada petani muslim yang lebih miskin lagi.

 

Keajaiban yang lain adalah memberi dengan cinta kasih bisa menjadikan orang berbahagia. Siapa yang jadi bahagia?  Bukan hanya orang yang menerima, tetapi terutama  yang memberi. Barangsiapa pernah mempunyai pengalaman memberi dari kekurangannya sebagai tanda kasih, ia mengalami bahwa justru dialah yang merasa berbahagia.  Pada saat itulah ia mengerti ucapan Tuhan Yesus dalam Kisah Para Rasul 20:35, ”Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *