Khotbah Perjanjian Baru

Das  Rosenwunder

 

Sebuah pemberian yang keluar sebagai ungkapan pelayanan kasih bisa menimbulkan keajaiban.  Sepotong roti keriput bisa menimbulkan senyum.  Sepotong roti keras bisa menimbulkan kegembiraan.  Sepotong roti kecil bisa menimbulkan pengharapan.  Sepotong roti kering bisa menimbulkan titik-titik air mata.  Air mata haru orang yang menerima dan air mata bahagia orang yang memberi.  Bukankah itu ajaib?

 

Sebab itu dalam puisi tentang kasih di 1 Korintus 13, Rasul Paulus bagaikan  bernyanyi  menyebutkan pelbagai keajaiban bahasa kasih. Kasih itu lemah lembut, sabar, sederhana.  Kasih itu murah hati, rela menderita, dan pada akhir tulisan itu, Paulus membuat kesimpulan tentang kasih: “ Demikianlah tinggal ketiga hal itu, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih” (1 Korintus 13:13).  ‘Yang paling besar’ adalah terjemahan dari kata Yunani ‘meizoon’ yang berarti ‘dahsyat, paling luhur, paling agung atau paling ajaib’.  Jadi ayat itu dapat diterjemahkan menjadi: yang paling ajaib adalah kasih.

 

Mungkin itu sebabnya lukisan cerita putri Elisabeth itu disebut Das Rosenwunder yang berarti Keajaiban Mawar.  Cerita itu memang diwujudkan dalam sebuah lukisan  besar di puri Wartburg.  Di Lukisan itu tampak putri Elisabeth sedang berlutut sambil memeluk keranjang.  Pangeran Ludwig duduk di atas kuda putih dengan ujung pedang menyingkap mantel penutup keranjang itu. Di keranjang itu tampaklah sekuntum bunga mawar segar berwarna merah menyala. Sungguh indah, sungguh ajaib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *