Renungan

Devide et Impera

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

(Amsal 6:16,19)

Devide et impera. Apakah Anda masih mengingat arti frasa ini? Kita tentu pernah mendengar frasa ini dalam pelajaran sekolah. Devide et impera berarti pecah belah dan kuasai. Sebuah praktik yang pernah dilakukan oleh Belanda kepada Indonesia selaku negara jajahannya. Belanda memakai beberapa orang-orang Indonesia sendiri untuk menebarkan kebohongan sehingga terjadi pertengkaran yang tentu saja melemahkan persatuan. Bangsa yang berada dalam kondisi lemah dan terpecah mudah untuk dikuasai. Melalui praktik ini, Belanda sukses menjajah Indonesia selama kurang lebih 350 tahun.

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara” (Amsal 6:16,19).

Amsal ini mengingatkan bahwa mereka yang gemar berbohong dan menimbulkan pertengkaran bukan saja melukai hati sesama, melainkan juga hati Sang Pencipta. Kebohongan memutarbalikkan kebenaran, padahal Tuhan adalah sumber kebenaran. Perpecahan menyebabkan hilangnya damai sejahtera, padahal Tuhan adalah sumber damai sejahtera. 

Waspadalah terhadap berita yang kita terima. Tidak setiap berita layak dipercaya. Mari kita juga memeriksa perkataan, barangkali ada dusta terselip di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *