Renungan Berjalan bersama Tuhan

Di Mana Ada Ketentraman ?

Di Mana Ada Ketenteraman?

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya” (Amsal 14:26).

Kita semua pasti memiliki pengalaman-pengalaman masa kecil yang menakutkan; entah takut di tempat tinggi, takut dengan binatang-binatang tertentu, takut pada kegelapan, hujan lebat dan halilintar yang menyambar-nyambar, takut dimarahi orangtua atau guru, dan sebagainya. Apa yang terjadi saat ketakutan itu muncul dalam kehidupan Saudara? Pasti setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda; ada yang dibiarkan dalam ketakutannya, tetapi ada yang mendapatkan perlindungan, entah digendong atau dipeluk oleh orangtua atau orang yang lebih dewasa dari kita; sehingga ketakutan itu hilang dan digantikan dengan rasa nyaman dan tenteram. Ketika seseorang tidak mendapatkan perlindungan dari orang yang lebih dewasa, maka pengalaman itu menjadi pengalaman yang menakutkan! Pengalaman tersebut bisa terbawa sampai kita dewasa. Ada orang-orang yang sudah dewasa, tetapi tetap saja mengalami ketakutan-ketakutan dalam dirinya. Ketakutan itu menjadi trauma dalam hidupnya, sehingga tidak memberikan rasa aman dan nyaman.

Jelas tidak menyenangkan kalau dalam hidup kita dihantui rasa ketidakamanan. Rasa tidak aman membuat tidak tenteram; jika tidak tenteram maka dampak selanjutnya adalah kebingungan, ketakutan, kegelisahan, sehingga tidak melakukan apa-apa. Para remaja menyebutnya dengan istilah “galau”, karena takut mengalami kegagalan yang lebih besar lagi. Ternyata dalam hidup, kita sangat membutuhkan rasa aman tenteram dan perlindungan. Mengapa demikian? Karena kita adalah orang-orang yang lemah dan terbatas.

Kelemahan dan keterbatasan kita mencakup semua aspek hidup kita, misalnya, kesehatan, pekerjaan, kemampuan diri, keamanan, bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, kesusahan yang tiba-tiba datang, kejahatan yang bisa terjadi, pencurian, perampokan, dan sebagainya. Semua itu membuat diri kita tidak mampu dan tidak berdaya untuk mengatasi dengan kekuatan diri kita sendiri. Maka tepat yang dikatakan Amsal, bahwa kita ini anak-anak-Nya. Anak yang sangat terbatas, dan tidak mampu mengatasi persoalan-persoalan besar dalam hidup kita. Dalam keadaan seperti itu, “takutlah akan Tuhan”, yang berarti kita harus terus menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Dia, meminta hikmat-Nya, maka kita akan mendapat perlindungan. Di dalam Tuhan ada ketenteraman, ada rasa aman dan nyaman, dan ada damai sejahtera. Bukan itu saja, Tuhan terus melindungi anak-anak-Nya. Perlindungan Tuhan itu benar-benar memberikan rasa aman. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *